Rabu, 21 September 2011

PENCANANGAN PEMBERIAN OBAT MASSAL PENCEGAHAN FILARIASIS

Subang, Plt. Bupati Subang, Ojang Sohandi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada  Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam hal ini Kementrian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Prov. Jabar yang telah memberikan perhatian pada upaya pengobatan kepada penderita dan pencegahan penyebaran penyakit filariasis atau yang dikenal dengan "kaki gajah". Perhatian ini sebagai bentuk upaya pemerintah dalam menyehatkan rakyatnya. Untuk kepada masayarakat supaya menyukuri atas upaya yang telah dilaksanakan oleh pemerintah dengan cara memanfaatkannya dengan baik. Diantaranya meminum obat yang diberikan. Hal tersebut disampaikan oleh Ojang Sohandi dalam sambutannya .pada Pencanangan Pemberian Obat Massal Pencegahan Filariasis Penyakit Kaki Gajah Periode I di Kabupaten Subang tahun 2011, di alun-alun Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang, Rabu (21/9/2011). Selanjutnya menurut Ojang, sosialisasi upaya menjaga kebersihan dan pola hidup sehat di masyarakat harus terus menerus dilakukan. Sehingga masyarakat tetap waspada pada bahaya penularan penyakit, khususnya penyakit filariasis.

Sementara itu menurut Kasubdit Filariasis Kementrian Kesehatan RI, Drs. Saktiono, M.Sc, di Indonesia terdata lebih dari 11.900 penderita yang tersebar di 401 kabupaten/kota. Kemudian atas kerjasama dengan WHO pada 2011 Pemerintah Indonesia melalui Kemenkes RI melakukan eliminasi dengan 2 cara, pemberian obat dan perawatan kepada penderita yang telah terkena filariasis. Pemberian obat ini dilakukan setahun sekali dengan masa waktu 5 tahun berturut-turut. Kedua pemberian obat pencegahan kepada yang belum terkena filariasis. Selanjutnya 256 kab kota dipetakan sebgaai endemis filariasis. baru 96 yang berhasil dilakukan dan akan terus dirtingkatkan sampai semuanya ter-cover. "Yang jauh lebih penting ialah menanamkan kesadaran pentingnya obat pencegah filariasis supaya yang belum terkena filariasis tetap tidak terkena penyakit yang membahayakan ini," ujarnya.

Sedangkan di Jawa Barat, menurut Kelapa Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Dr. Alma Luciaty, jumlah penderita filariasis sebanyak 1120 penderita. Guna mengeliminasi pihanya telah melakukan upaya  berupa pemberian obat, pembuatan tim dan koordinasi yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, tenaga kesehatan termasuk perguruan tinggi kesehatan yang ada di tiap kabupaten/kota di Jawa Barat.

Di wilayah Subang menurut Kepada Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kab Subang, Dr. Ahmad Nasuhi terdapat 28 orang penderita. 1 orang diantaranya telah cacat. Para penderita akan dupayakan supaya kualitas hidupnya tetap baik. "Tidak minder, (tidak terganggu) psikis, fikiran. (Yang paling penting) Tapi yang belum supaya tidak menjadi cacat. Bagi yang belum cacat, dengan minum obat ini Insya Allah bisa sembuh. Di minum sekali setahun selama 5 tahun berturut-turut," ujarnya menambahkan.

Pencanangan ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Plt. Bupati Subang yang disaksikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jabar, Kadis Kesehatan Kab. Subang serta unsur masyarakat. Kemudian dilanjutkan menyerahkan obat pencegahan filariasis secara simbolis kepada perwakilan masyarakat dan pelajar.  Disela-sela acara nampak Dr. Lucy berbincang dengan penerima obat menjelaskan pentingnya minum obat dalam rangka pencegahan.