Selasa, 22 November 2011

SUBANG, Gerakan Pramuka dulu dibenci malah diolok-olok dengan berbagai
cibiran. Bahkan sampai ada orang yang kurang senang dengan sistem
pramuka yang dianggap kurang kerjaan, kumuh atau asumsi lain yang
tidak mengenakkan. Namun kini asumsi tersebut telah berubah. Hal
tersebut disampaikan Ketua Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Subang, H.
Ojang Sohandi dalam sambutan pada Pembukaan Prosesi Lomba Tingkat III
Tingkat Kwarcab Subang di Puri Kitri Cadika Subang, Selasa
(22/11/2011).
Bahkan, sambung Ojang, salah seorang sutradara Indonesia semula
berasumsi negatif pada Gerakan Pramuka. Namun kini dia malah membuat
film bertema Gerakan Pramuka. "Sampai dia menegaskan, jika dahulu saya
mengganggap Pramuka kurang kerjaan, malah sekarang saya
merekomendasikan supaya generasi muda mengikuti Gerakan Pramuka,"
kutip Ojang. Maka sekarang sudah tidak alasan lagi untuk menganggap
kurang baik kepada Gerakan Pramuka. Justru anggota pramuka harus
terdepan dalam menjawab tantangan yang dihadapi.
Ojang berharap, lomba-lomba yang diselenggarakan tidak dijadikan lomba
semata tetapi jadikan media silaturahim untuk menjalin persaudaraan.
Juri pun harus adil dan fair. "Jangan berat sebelah. Pilih yang
terbaik diantara yang paling baik. Silahkan berkompetisi secara adil
dan sportif. Juara bukan tujuan tetapi jalinan silaturahim," tegas
Ojang.
Dengan berbagai fasilitas yang serba terbatas, jangan sampai
menyurutkan semangat mengikuti lomba.
Peserta Lomba Tingkat III ini diikuti 448 peserta dari 28 kwaran
se-Kabupaten Subang. Para pemenang akan diikutkan kembali pada tingka
selanjutnya. Peresmian ditandai dengan penyematan secara simbolis
tanda anggota pada 2 orang peserta putra dan putri. Acara kemudian
dilanjutkan dengan penampilan Senam Pramuka dan Reog Ponorogo yang
dibawakan oleh anggota Pramuka dari Perwakilan Kwaran.

GERAKAN PRAMUKA DAHULU DIBENCI SEKARANG DICINTA

SUBANG, Gerakan Pramuka dulu dibenci malah diolok-olok dengan berbagai
cibiran. Bahkan sampai ada orang yang kurang senang dengan sistem
pramuka yang dianggap kurang kerjaan, kumuh atau asumsi lain yang
tidak mengenakkan. Namun kini asumsi tersebut telah berubah. Hal
tersebut disampaikan Ketua Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Subang, H.
Ojang Sohandi dalam sambutan pada Pembukaan Prosesi Lomba Tingkat III
Tingkat Kwarcab Subang di Puri Kitri Cadika Subang, Selasa
(22/11/2011).
Bahkan, sambung Ojang, salah seorang sutradara Indonesia semula
berasumsi negatif pada Gerakan Pramuka. Namun kini dia malah membuat
film bertema Gerakan Pramuka. "Sampai dia menegaskan, jika dahulu saya
mengganggap Pramuka kurang kerjaan, malah sekarang saya
merekomendasikan supaya generasi muda mengikuti Gerakan Pramuka,"
kutip Ojang. Maka sekarang sudah tidak alasan lagi untuk menganggap
kurang baik kepada Gerakan Pramuka. Justru anggota pramuka harus
terdepan dalam menjawab tantangan yang dihadapi.
Ojang berharap, lomba-lomba yang diselenggarakan tidak dijadikan lomba
semata tetapi jadikan media silaturahim untuk menjalin persaudaraan.
Juri pun harus adil dan fair. "Jangan berat sebelah. Pilih yang
terbaik diantara yang paling baik. Silahkan berkompetisi secara adil
dan sportif. Juara bukan tujuan tetapi jalinan silaturahim," tegas
Ojang.
Dengan berbagai fasilitas yang serba terbatas, jangan sampai
menyurutkan semangat mengikuti lomba.
Peserta Lomba Tingkat III ini diikuti 448 peserta dari 28 kwaran
se-Kabupaten Subang. Para pemenang akan diikutkan kembali pada tingka
selanjutnya. Peresmian ditandai dengan penyematan secara simbolis
tanda anggota pada 2 orang peserta putra dan putri. Acara kemudian
dilanjutkan dengan penampilan Senam Pramuka dan Reog Ponorogo yang
dibawakan oleh anggota Pramuka dari Perwakilan Kwaran.

SUBANG, Plt Bupati Subang, Ojang Sohandi mengharapkan Kabupaten
Subang bisa menang dalam Lomba Sekolah Sehat yang saat ini tengah
dilakukan pengecekannya oleh Tim dari Jawa Barat. Kemenangan pada
lomba ini, kata Ojang bukan semata untuk memenangkan lomba tetapi
harus menjadi bagian dari kebiasaan yang integral antara pihak sekolah
dengan lingkungan. "Untuk itu supaya arahan dari tim bisa disimak
dengan baik mengenai hal-hal yang mendukung ke arah tersebut," ujar
Ojang pada sambutannya saat menerima Tim Recheking Lomba Sekolah Sehat
dari Provinsi Jawa Barat tahun 2011, di Ruang Rapat Bupati Subang,
Selasa (22/11/2011). Karena hidup sehat, lanjut Ojang, merupakan salah
satu pendukung utama dalam menciptakan kualitas lingkungan.
Menurut Ketua Tim Recheking, Pantjawidi mengatakan bahwa recheking
yang akan dilakukan merupakan bukan penilaiah awal tetap akan melihat
hal-hal secara langsung di lapangan. Subang adalah salah satu dari
kabupaten/kota lain yang telah lolos dalam penilaian. Kabupaten/kota
lainnya yang menjadi kompetitor Subang ialah Kota Bandung, Cimahi,
Indramayu dan Kabupaten Bogor.
Dari data yang diuraikan menunjukkan Kabupaten Subang memiliki
keunggulan berhasil meloloskan 2 sekolah yaitu kategori TK (Taman
Kanak-Kanak) dan kategori SMP (Sekolah Menengah Pertama) masing-masing
ialah TKIT Al-Ukhuwah Pagaden dan SMPN 1 Legonkulon.
Hasilnya lomba ini, lanjut Pantjawidi akan segera diumumkan sekitar
pertengah Desember 2011. Ini merupakan rangkaian seleksi untuk
kemudian diikutkan pada tingkat nasional. Pada lomba kali ini
penilaian juga melibatkan pihak dunia usaha guna bisa ikut peduli pada
kebersihan lingkungan sekolah. Kebersihan di lingkungan pendidikan
perlu ditingkatkan kepeduliannya karena pengaruhnya cukup besar pada
kualitas kesehatan. Diantaranya ialah jajanan yang tersedia di sekolah
apakah telah higienis? Kemudian Pantjawidi menyampaikan, hingga kini
masih banyak ditemukan jajanan-jajanan yang kurang higienis bahkan
menimbulkan bahaya kesehatan yang mengancam kelangsungan menuntut
ilmu.
Usai diterima kemudian tim melanjutkan kunjungan ke lokasi yaitu ke
SMPN 1 Legonkulon dan TKIT Al-Ukhuwah Pagaden. Turut hadir pada
penerimaan ialah Asistem Administrasi Pembangunan, Ir. Besta Besuki,
Kepala Dinas Kesehatan, Dr. H. Wawan Setiawan dan pejabat terkait
lainnya.

PLT BUPATI SUBANG: “JADIKAN KEBIASAAN HIDUP SEHAT DI SEKOLAH”

SUBANG, Plt Bupati Subang, Ojang Sohandi mengharapkan Kabupaten
Subang bisa menang dalam Lomba Sekolah Sehat yang saat ini tengah
dilakukan pengecekannya oleh Tim dari Jawa Barat. Kemenangan pada
lomba ini, kata Ojang bukan semata untuk memenangkan lomba tetapi
harus menjadi bagian dari kebiasaan yang integral antara pihak sekolah
dengan lingkungan. "Untuk itu supaya arahan dari tim bisa disimak
dengan baik mengenai hal-hal yang mendukung ke arah tersebut," ujar
Ojang pada sambutannya saat menerima Tim Recheking Lomba Sekolah Sehat
dari Provinsi Jawa Barat tahun 2011, di Ruang Rapat Bupati Subang,
Selasa (22/11/2011). Karena hidup sehat, lanjut Ojang, merupakan salah
satu pendukung utama dalam menciptakan kualitas lingkungan.
Menurut Ketua Tim Recheking, Pantjawidi mengatakan bahwa recheking
yang akan dilakukan merupakan bukan penilaiah awal tetap akan melihat
hal-hal secara langsung di lapangan. Subang adalah salah satu dari
kabupaten/kota lain yang telah lolos dalam penilaian. Kabupaten/kota
lainnya yang menjadi kompetitor Subang ialah Kota Bandung, Cimahi,
Indramayu dan Kabupaten Bogor.
Dari data yang diuraikan menunjukkan Kabupaten Subang memiliki
keunggulan berhasil meloloskan 2 sekolah yaitu kategori TK (Taman
Kanak-Kanak) dan kategori SMP (Sekolah Menengah Pertama) masing-masing
ialah TKIT Al-Ukhuwah Pagaden dan SMPN 1 Legonkulon.
Hasilnya lomba ini, lanjut Pantjawidi akan segera diumumkan sekitar
pertengah Desember 2011. Ini merupakan rangkaian seleksi untuk
kemudian diikutkan pada tingkat nasional. Pada lomba kali ini
penilaian juga melibatkan pihak dunia usaha guna bisa ikut peduli pada
kebersihan lingkungan sekolah. Kebersihan di lingkungan pendidikan
perlu ditingkatkan kepeduliannya karena pengaruhnya cukup besar pada
kualitas kesehatan. Diantaranya ialah jajanan yang tersedia di sekolah
apakah telah higienis? Kemudian Pantjawidi menyampaikan, hingga kini
masih banyak ditemukan jajanan-jajanan yang kurang higienis bahkan
menimbulkan bahaya kesehatan yang mengancam kelangsungan menuntut
ilmu.
Usai diterima kemudian tim melanjutkan kunjungan ke lokasi yaitu ke
SMPN 1 Legonkulon dan TKIT Al-Ukhuwah Pagaden. Turut hadir pada
penerimaan ialah Asistem Administrasi Pembangunan, Ir. Besta Besuki,
Kepala Dinas Kesehatan, Dr. H. Wawan Setiawan dan pejabat terkait
lainnya.

SUBANG, Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40 Korps Pegawai
Republik Indonesia (KORPRI) dan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun
2011, para pejabat dan staf pegawai negeri Republik Indonesia di
lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang melakukan ziarah ke Taman Makam
Pahlawan Subang, Selasa (22/11/2011).
Apel Ziarah dipimpin langsung Inspektur upacara Ketua Korpri yang juga
Sekretaris Daerah, Drs. H. Rahmat Solihin. Bertindak sebagai Komandan
Upacara ialah Yusup Ependi, Kepala Subag Pengadaan Setda Subang. Apel
ditandai dengan peletakan Karangan Bunga di Tugu Taman Makan Pahlawan
yang dilanjutkan tabur bunga oleh Inspektur upacara yang diikuti oleh
yang didampingi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Subang, Drs. Bambang
Irawan, SH, MH.
Menurut Kabag Humas dan Protokol Setda, tujuan ziarah ialah untuk
megenang para pahlawan, khususnya pahlawan Subang yang telah
mengorbankan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan. Dengan ziarah ini
semangat yang ditunjukkan para pahlawan menjadi motivasi untuk
memajukan pembangunan di Subang. Hal ini diamini oleh Sekretaris
Korpri, bahwa nilai-nilai kepahlawanan seyogyanya tetap ditumbuhkan,
khususnya bagi para Pegawai Republik Indonesia dalam meningkatkan
pelayanan publik.

Kegiatan Sosial bersama Korpri Duispenda Jabar
Kemudian pada siang hari dilanjutkan dengan kegiatan sosial di
halaman Kantor Samsat Kabupaten Subang yang diselenggarakan oleh Unit
Korpri Dinas Pendapatan (Dispenda) Proivinsi Jawa Barat. Kegiatan yang
diselenggarakan beupa donor darah, pengobatan gratis, khitanan massal
dan penanaman pohon keras.
Khitanan diikuti oleh 50 orang anak yang tiap anak memperoleh amplop
"penyecep", mainan, roti buaya, pakaian khitan dan kanjut kundang.
Pada pengobatan gratis berhasil melayani 30 orang pasien serta dalam
donor darah berhasil mengumpulkan 12 labu dari 12 orang pendonor.
Sementara itu menurut Ketua Unit Korpri Dispenda Jabar, Dra. Nanin,
kegiatan donor darah merupakan bagian peran serta Korpri dalam
pemenuhan kebutuhan darah bagi yang membutukan. "Walaupun sudah banyak
terpenuhi, seringkali kebutuhan darah urgen diperlukan. Terutama untuk
golongan darah AB," jelasnya.
Penanaman pohon secara simbolik dilakukan oleh Kepala Dinas Pendapatan
Daerah Propinsi Jawa Barat, Bambang Heryanto dan Ibu. Pada kesempatan
ini disebar sebanyak 2000 tanama keras dan 500 tanaman produktif di
Subang, Purwakarta, Karawang, Bandung Raya, Bekasi dan Tangerang.
Tampak hadir dalam kegiatan ini ialah Kapolres Subang, AKBP Awal
Chairuddin, Komandan Batalyon 312 Kala Hitam Subang, Letkol Inf Fadjar
Tjahjono beserta pejabat Muspida Kab Subang dan keluarga besar
Dispenda Jabar.

RANGAKAIAN HUT ke-40 KORPRI di SUBANG

SUBANG, Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40 Korps Pegawai
Republik Indonesia (KORPRI) dan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun
2011, para pejabat dan staf pegawai negeri Republik Indonesia di
lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang melakukan ziarah ke Taman Makam
Pahlawan Subang, Selasa (22/11/2011).
Apel Ziarah dipimpin langsung Inspektur upacara Ketua Korpri yang juga
Sekretaris Daerah, Drs. H. Rahmat Solihin. Bertindak sebagai Komandan
Upacara ialah Yusup Ependi, Kepala Subag Pengadaan Setda Subang. Apel
ditandai dengan peletakan Karangan Bunga di Tugu Taman Makan Pahlawan
yang dilanjutkan tabur bunga oleh Inspektur upacara yang diikuti oleh
yang didampingi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Subang, Drs. Bambang
Irawan, SH, MH.
Menurut Kabag Humas dan Protokol Setda, tujuan ziarah ialah untuk
megenang para pahlawan, khususnya pahlawan Subang yang telah
mengorbankan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan. Dengan ziarah ini
semangat yang ditunjukkan para pahlawan menjadi motivasi untuk
memajukan pembangunan di Subang. Hal ini diamini oleh Sekretaris
Korpri, bahwa nilai-nilai kepahlawanan seyogyanya tetap ditumbuhkan,
khususnya bagi para Pegawai Republik Indonesia dalam meningkatkan
pelayanan publik.

Kegiatan Sosial bersama Korpri Duispenda Jabar
Kemudian pada siang hari dilanjutkan dengan kegiatan sosial di
halaman Kantor Samsat Kabupaten Subang yang diselenggarakan oleh Unit
Korpri Dinas Pendapatan (Dispenda) Proivinsi Jawa Barat. Kegiatan yang
diselenggarakan beupa donor darah, pengobatan gratis, khitanan massal
dan penanaman pohon keras.
Khitanan diikuti oleh 50 orang anak yang tiap anak memperoleh amplop
"penyecep", mainan, roti buaya, pakaian khitan dan kanjut kundang.
Pada pengobatan gratis berhasil melayani 30 orang pasien serta dalam
donor darah berhasil mengumpulkan 12 labu dari 12 orang pendonor.
Sementara itu menurut Ketua Unit Korpri Dispenda Jabar, Dra. Nanin,
kegiatan donor darah merupakan bagian peran serta Korpri dalam
pemenuhan kebutuhan darah bagi yang membutukan. "Walaupun sudah banyak
terpenuhi, seringkali kebutuhan darah urgen diperlukan. Terutama untuk
golongan darah AB," jelasnya.
Penanaman pohon secara simbolik dilakukan oleh Kepala Dinas Pendapatan
Daerah Propinsi Jawa Barat, Bambang Heryanto dan Ibu. Pada kesempatan
ini disebar sebanyak 2000 tanama keras dan 500 tanaman produktif di
Subang, Purwakarta, Karawang, Bandung Raya, Bekasi dan Tangerang.
Tampak hadir dalam kegiatan ini ialah Kapolres Subang, AKBP Awal
Chairuddin, Komandan Batalyon 312 Kala Hitam Subang, Letkol Inf Fadjar
Tjahjono beserta pejabat Muspida Kab Subang dan keluarga besar
Dispenda Jabar.

SUBANG, Dalam rangka HUT ke-40 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) dan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2011, para pejabat dan staf pegawai negeri REpublik Indonesia di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Subang, Selasa (22/11/2011).

Apel Ziarah dipimpin langsung selaku Inspektur upacara Ketua Korpri yang juga Sekretaris  Daerah, Drs. H. Rahmat Solihin yang didampingi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Subang, Drs. Bambang Irawan, SH, MH. Bertindak sebagai Komandan Upacara ialah Yusup Ependi, Kepala Subag Pengadaan Setda Subang.

Menurut Kabag Humas dan Protokol Setda, tujuan ziarah ialah untuk megenang para pahlawan, khususnya pahlawan Subang yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan. Dengan ziarah ini semangat yang ditunjukkan para pahlawan menjadi motivasi untuk memajukan pembangunan di Subang.

Sedangkan menurut Sekretaris Korpri Subang, Drs. Edi Kusnadi, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke-40 KORPRI.

 

ZIARAH KE TAMAN MAKAM PAHLAWAN HUT KE-40 KORPRI (yang benar dan lebih lengkap)

SUBANG, Dalam rangka HUT ke-40 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) dan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2011, para pejabat dan staf pegawai negeri REpublik Indonesia di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Subang, Selasa (22/11/2011).

Apel Ziarah dipimpin langsung selaku Inspektur upacara Ketua Korpri yang juga Sekretaris  Daerah, Drs. H. Rahmat Solihin yang didampingi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Subang, Drs. Bambang Irawan, SH, MH. Bertindak sebagai Komandan Upacara ialah Yusup Ependi, Kepala Subag Pengadaan Setda Subang.

Menurut Kabag Humas dan Protokol Setda, tujuan ziarah ialah untuk megenang para pahlawan, khususnya pahlawan Subang yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan. Dengan ziarah ini semangat yang ditunjukkan para pahlawan menjadi motivasi untuk memajukan pembangunan di Subang.

Sedangkan menurut Sekretaris Korpri Subang, Drs. Edi Kusnadi, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke-40 KORPRI.

 

Mohon maaf dalam Pemberitaan yang berjudul: “ZIARAH KE TAMAN MAKAM PAHLAWAN HUT KE-47 KORPRI”

Seharusnya “ZIARAH KE TAMAN MAKAM PAHLAWAN HUT KE-40 KORPRI”

 

Mohon maaf atas kesalahan tersebut.

 

“”

Ralat: HUT KORPRI

Mohon maaf dalam Pemberitaan yang berjudul: “ZIARAH KE TAMAN MAKAM PAHLAWAN HUT KE-47 KORPRI”

Seharusnya “ZIARAH KE TAMAN MAKAM PAHLAWAN HUT KE-40 KORPRI”

 

Mohon maaf atas kesalahan tersebut.

 

“”

SUBANG, Dalam rangka HUT ke-47 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) dan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2011, para pejabat dan staf pegawai negeri REpublik Indonesia di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Subang, Selasa (22/11/2011).

Apel Ziarah dipimpin langsung selaku Inspektur upacara Ketua Korpri yang juga Sekretaris  Daerah, Drs. H. Rahmat Solihin yang didampingi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Subang, Drs. Bambang Irawan, SH, MH.

Menurut Kabag Humas dan Protokol Setda, tujuan ziarah ialah untuk megenang para pahlawan, khususnya pahlawan Subang yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan. Dengan ziarah ini semangat yang ditunjukkan para pahlawan menjadi motivasi untuk memajukan pembangunan di Subang.

Sedangkan menurut Sekretaris Korpri Subang, Drs. Edi Kusnadi, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke-47 KORPRI.

ZIARAH KE TAMAN MAKAM PAHLAWAN HUT KE-47 KORPRI

SUBANG, Dalam rangka HUT ke-47 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) dan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2011, para pejabat dan staf pegawai negeri REpublik Indonesia di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Subang, Selasa (22/11/2011).

Apel Ziarah dipimpin langsung selaku Inspektur upacara Ketua Korpri yang juga Sekretaris  Daerah, Drs. H. Rahmat Solihin yang didampingi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Subang, Drs. Bambang Irawan, SH, MH.

Menurut Kabag Humas dan Protokol Setda, tujuan ziarah ialah untuk megenang para pahlawan, khususnya pahlawan Subang yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan. Dengan ziarah ini semangat yang ditunjukkan para pahlawan menjadi motivasi untuk memajukan pembangunan di Subang.

Sedangkan menurut Sekretaris Korpri Subang, Drs. Edi Kusnadi, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke-47 KORPRI.

Senin, 21 November 2011

Selamat atas perjuangan dengan semangat yang menggelora.

Saya yakin kesediah pasti terasa. Karna kalah dipenghujung masa.

Tapi penonton, Bangsa Indonesia dan pecintamu tidaklah buta.

Apalagi Allah SWT. DIA Maha Melihat. Maha Mendengar.

Perjuangan kalian sungguh luar biasa.

Buktinya Anak-Anak Subang ingin memasukan bola dengan “Gaya Titus Bonai” atau ingin bergaya “Goal Gunawan”

Bahkan tidak sedikit tukang pisang goreng dan kopi instan kebanjiran rejeki karena nonton kalian.

 

Jadi pemenang atau kekalahan yang tertunda adalah pilihan atas dasar usaha.

Usaha telah  kalian tunjukkan. Mungkin lawan kalian lebih kuat atau hanya sekedar keberuntungan sedang berpihak kepada mereka.

 

Bagi saya kalian adalah tetap yang terbaik.

Kalian adalah Putra Indonesia yang telah berjuang.

Kalian adalah contoh teladan sebuah perjuangan.

Perjuangan Pemuda Indonesia modern.

Teladan ditengah kekacauan birokrasi yang akut.

Semoga Kakak-kakak kalian yang duduk di DPR,

Bapak-Bapak kalian yang sedang pegang kuasa,

Malu pada perjuangan kalian.

 

Sekali lagi ..

Bagiku kalian tetap yang terbaik.

Allahu Akbar…!!

Catatan kecil untuk Kesebelasan SEA GAMES Indonesia

Selamat atas perjuangan dengan semangat yang menggelora.

Saya yakin kesediah pasti terasa. Karna kalah dipenghujung masa.

Tapi penonton, Bangsa Indonesia dan pecintamu tidaklah buta.

Apalagi Allah SWT. DIA Maha Melihat. Maha Mendengar.

Perjuangan kalian sungguh luar biasa.

Buktinya Anak-Anak Subang ingin memasukan bola dengan “Gaya Titus Bonai” atau ingin bergaya “Goal Gunawan”

Bahkan tidak sedikit tukang pisang goreng dan kopi instan kebanjiran rejeki karena nonton kalian.

 

Jadi pemenang atau kekalahan yang tertunda adalah pilihan atas dasar usaha.

Usaha telah  kalian tunjukkan. Mungkin lawan kalian lebih kuat atau hanya sekedar keberuntungan sedang berpihak kepada mereka.

 

Bagi saya kalian adalah tetap yang terbaik.

Kalian adalah Putra Indonesia yang telah berjuang.

Kalian adalah contoh teladan sebuah perjuangan.

Perjuangan Pemuda Indonesia modern.

Teladan ditengah kekacauan birokrasi yang akut.

Semoga Kakak-kakak kalian yang duduk di DPR,

Bapak-Bapak kalian yang sedang pegang kuasa,

Malu pada perjuangan kalian.

 

Sekali lagi ..

Bagiku kalian tetap yang terbaik.

Allahu Akbar…!!

Perintahkan DPPKAD untuk selesaikan Defisit Anggaran

SUBANG, Sepulang menunaikan Ibadah Haji dari Tanah Suci, Plt Bupati
Subang, Ojang Sohandi memulai tugasnya memimpin Apel Pagi di halaman
Kantor Pemda yang diikuti oleh semua pegawai dan pejabat Pemkab
Subang, Senin (21/11/2011). Pada kesempatan tersebut Ojang
menceritakan pengalamannya selama menunaikan ibadah haji yang terkesan
pada jamaah di Tanah Suci yang disiplin dalam melaksanakan ibadah
sholat. Salah satunya ketika menjelang waktu sholat para jamaah
menunggu bilal (juru adzan). "Hal ini berbeda dengan kita. Justru
bilal yang menunggu jamaah berkumpul," kata Ojang.
Kemudian warga Saudi Arabia pandai menjaga rahasia dan displin. Banyak
orang yang tidak mengetahui bahwa di sana pernah terjadi banjir.
Padahal bekasnya masih ada. "Seyogyanya hal ini diaplikasikan di kita
dengan mencontoh hal-hal yang baik," tambahnya.
Selanjutnya Wakil Bupati pun membahas tentang defisit APBD Kab Subang
yang langsung menugaskan Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan
dan Aset Daerah (DPPKAD) untuk menyelesaikan defisit APBD sebesar 24,7
milyar melalui tahapan-tahapan diantaranya dengan mengefesienkan.
Apabila tahapan-tahapan tersebut belum bisa menyelesaikan maka langkah
terakhir melakukan pinjaman ke pihak ke tiga.

Meninjau Sunatan Massal HUT Korpri dan HKN
Usai Apel Pagi kemudian dilanjutkan menyaksikan Sunatan Massal dalam
rangka HUT Ke-40 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) dan HUT
ke-47 Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2011 di Aula Pemda Subang.
Pada kegiatan ini menurut Sekretaris Korpri, Drs. Edi Kusnadi diikuti
oleh 50 anak yang dikhitan. Usai dikhitan, anak-anak mendapatkan
seperangkat pakaian takwa, bingkisan kue, bakakak dan uang panyecep
dari para pejabat. Hampir semua pejabat menyaksikan dan memberikan
uang panyecep untuk anak-anak.
Pada kegiatan Sunatan Massal ini melibatkan 20 tenaga medis dari Dinas
Kesehatan dan RSUD Subang yang dibantu mahasiswa Akademi Keperawatan.
Kemudian kata Edi, kegiatan HUT Korpri akan dilanjutkan dengan ziarah
ke Taman Makam Pahlawan pada esok hari.

Plt BUPATI SUBANG TERKESAN KEDISIPLINAN JAMAAH DI TANAH SUCI

Perintahkan DPPKAD untuk selesaikan Defisit Anggaran

SUBANG, Sepulang menunaikan Ibadah Haji dari Tanah Suci, Plt Bupati
Subang, Ojang Sohandi memulai tugasnya memimpin Apel Pagi di halaman
Kantor Pemda yang diikuti oleh semua pegawai dan pejabat Pemkab
Subang, Senin (21/11/2011). Pada kesempatan tersebut Ojang
menceritakan pengalamannya selama menunaikan ibadah haji yang terkesan
pada jamaah di Tanah Suci yang disiplin dalam melaksanakan ibadah
sholat. Salah satunya ketika menjelang waktu sholat para jamaah
menunggu bilal (juru adzan). "Hal ini berbeda dengan kita. Justru
bilal yang menunggu jamaah berkumpul," kata Ojang.
Kemudian warga Saudi Arabia pandai menjaga rahasia dan displin. Banyak
orang yang tidak mengetahui bahwa di sana pernah terjadi banjir.
Padahal bekasnya masih ada. "Seyogyanya hal ini diaplikasikan di kita
dengan mencontoh hal-hal yang baik," tambahnya.
Selanjutnya Wakil Bupati pun membahas tentang defisit APBD Kab Subang
yang langsung menugaskan Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan
dan Aset Daerah (DPPKAD) untuk menyelesaikan defisit APBD sebesar 24,7
milyar melalui tahapan-tahapan diantaranya dengan mengefesienkan.
Apabila tahapan-tahapan tersebut belum bisa menyelesaikan maka langkah
terakhir melakukan pinjaman ke pihak ke tiga.

Meninjau Sunatan Massal HUT Korpri dan HKN
Usai Apel Pagi kemudian dilanjutkan menyaksikan Sunatan Massal dalam
rangka HUT Ke-40 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) dan HUT
ke-47 Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2011 di Aula Pemda Subang.
Pada kegiatan ini menurut Sekretaris Korpri, Drs. Edi Kusnadi diikuti
oleh 50 anak yang dikhitan. Usai dikhitan, anak-anak mendapatkan
seperangkat pakaian takwa, bingkisan kue, bakakak dan uang panyecep
dari para pejabat. Hampir semua pejabat menyaksikan dan memberikan
uang panyecep untuk anak-anak.
Pada kegiatan Sunatan Massal ini melibatkan 20 tenaga medis dari Dinas
Kesehatan dan RSUD Subang yang dibantu mahasiswa Akademi Keperawatan.
Kemudian kata Edi, kegiatan HUT Korpri akan dilanjutkan dengan ziarah
ke Taman Makam Pahlawan pada esok hari.

* Perintahkan DPPKAD untuk selesaikan Defisit Anggaran

SUBANG, Sepulang menunaikan Ibadah Haji dari Tanah Suci, Plt Bupati
Subang, Ojang Sohandi memulai tugasnya memimpin Apel Pagi di halaman
Kantor Pemda yang diikuti oleh semua pegawai dan pejabat Pemkab
Subang, Senin (21/11/2011). Pada kesempatan tersebut Ojang
menceritakan pengalamannya selama menunaikan ibadah haji yang terkesan
pada jamaah di Tanah Suci yang disiplin dalam menlaksanakan ibadah
sholat. Salah satunya ketika menjelang waktu sholat para jamaah
menunggu bilal (juru adzan). "Hal ini berbeda dengan kita. Justru
bilal yang menunggu jamaah berkumpul," kata Ojang. Kemudian warga
Saudi Arabia pandai menjaga rahasia dan displin. Banyak orang yang
tidak mengetahui bahwa di sana pernah terjadi banjir. Padahal bekasnya
masih ada. "Seyogyanya hal ini diaplikasikan di kita dengan mencontoh
hal-hal yang baik," tambahnya.
Selanjutnya Wakil Bupati pun membahas tentang defisit APBD Kab Subang
yang langsung menugaskan Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan
dan Aset Daerah (DPPKAD) untuk menyelesaikan defisit APBD sebesar 24,7
milyar melalui tahapan-tahapan diantaranya dengan mengefesienkan.
Apabila tahapan-tahapan tersebut belum bisa menyelesaikan maka langkah
terakhir melakukan pinjaman ke pihak ke tiga.

Meninjau Sunatan Massal HUT Korpri dan HKN
Usai Apel Pagi kemudian dilanjutkan menyaksikan Sunatan Massal dalam
rangka HUT Ke-40 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) dan HUT
ke-47 Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2011 di Aula Pemda Subang.
Pada kegiatan ini menurut Sekretaris Korpri, Drs. Edi Kusnadi diikuti
oleh 50 anak yang dikhitan. Usai dikhitan, anak-anak mendapatkan
seperangkat pakaian takwa, bingkisan kue, bakakak dan uang panyecep
dari para pejabat. Hampir semua pejabat menyaksikan dan memberikan
uang panyecep untuk anak-anak.
Kemudian kata Edi, kegiatan HUT Korpri akan dilanjutkan dengan ziarah
ke Taman Makam Pahlawan pada esok hari.

PLT BUPATI SUBANG TERKESAN KEDISIPLINAN JAMAAH DI TANAH SUCI

* Perintahkan DPPKAD untuk selesaikan Defisit Anggaran

SUBANG, Sepulang menunaikan Ibadah Haji dari Tanah Suci, Plt Bupati
Subang, Ojang Sohandi memulai tugasnya memimpin Apel Pagi di halaman
Kantor Pemda yang diikuti oleh semua pegawai dan pejabat Pemkab
Subang, Senin (21/11/2011). Pada kesempatan tersebut Ojang
menceritakan pengalamannya selama menunaikan ibadah haji yang terkesan
pada jamaah di Tanah Suci yang disiplin dalam menlaksanakan ibadah
sholat. Salah satunya ketika menjelang waktu sholat para jamaah
menunggu bilal (juru adzan). "Hal ini berbeda dengan kita. Justru
bilal yang menunggu jamaah berkumpul," kata Ojang. Kemudian warga
Saudi Arabia pandai menjaga rahasia dan displin. Banyak orang yang
tidak mengetahui bahwa di sana pernah terjadi banjir. Padahal bekasnya
masih ada. "Seyogyanya hal ini diaplikasikan di kita dengan mencontoh
hal-hal yang baik," tambahnya.
Selanjutnya Wakil Bupati pun membahas tentang defisit APBD Kab Subang
yang langsung menugaskan Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan
dan Aset Daerah (DPPKAD) untuk menyelesaikan defisit APBD sebesar 24,7
milyar melalui tahapan-tahapan diantaranya dengan mengefesienkan.
Apabila tahapan-tahapan tersebut belum bisa menyelesaikan maka langkah
terakhir melakukan pinjaman ke pihak ke tiga.

Meninjau Sunatan Massal HUT Korpri dan HKN
Usai Apel Pagi kemudian dilanjutkan menyaksikan Sunatan Massal dalam
rangka HUT Ke-40 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) dan HUT
ke-47 Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2011 di Aula Pemda Subang.
Pada kegiatan ini menurut Sekretaris Korpri, Drs. Edi Kusnadi diikuti
oleh 50 anak yang dikhitan. Usai dikhitan, anak-anak mendapatkan
seperangkat pakaian takwa, bingkisan kue, bakakak dan uang panyecep
dari para pejabat. Hampir semua pejabat menyaksikan dan memberikan
uang panyecep untuk anak-anak.
Kemudian kata Edi, kegiatan HUT Korpri akan dilanjutkan dengan ziarah
ke Taman Makam Pahlawan pada esok hari.

Jumat, 18 November 2011

INDIVIDUAL TIME TRIAL (ITT) PUTRI
Medali Emas - Chanpeng Nontasin (Tahiland)
Medali Perak - Yanthi Fuciyanti (Indonesia)
Medali Perunggu - Dinah Chan (Singapura)

INDIVIDUAL TIME TRIAL (ITT) PUTRA
Medali Emas - Tonton Susanto (Indonesia)
Medali Perak - Daren Low (Singapura)
Medali Perunggu - Mark Guevara Galedo (Filipina)

TEAM TIME TRIAL (TTT) PUTRA
Medali Emas (Thailand)
• Nawuti Liphongyu
• Puchong Sai-Udomsin
• Okart Bualoi

Medali Perak (Indonesia)
• Ryan Ariehaan
• Agung Alisahbana
• Hari Fitrianto

Medali Perunggu (Filipina)
• Mark Guvara Galedo
• Llyod Luicien Reyanante
• George Oconer

INDIVIDUAL ROAD RACE PUTRI
Medali Emas - Yanthi Fuciyanti (Indonesia)
Medali Perak - Chanpeng Nontasin (Thailand)
Medali Perunggu - Dinah Chan (Singapura)

INDIVIDUAL ROAD RACE PUTRA
Medali Emas – Indonesia (Hari Fitrianto)
Medali Perak – Filipina (Mark Guvara Galedo)
Medali Perunggu – Thailand (Phuchong Sai)

TEAM ROAD RACE PUTRA
Medali Emas Indonesia
Medali Perak Thailand
Medali Perunggu Vietnam

HASIL AKHIR PERTNDINGAN BALAP SEPEDA SEA GAMES XXVI 2011

INDIVIDUAL TIME TRIAL (ITT) PUTRI
Medali Emas - Chanpeng Nontasin (Tahiland)
Medali Perak - Yanthi Fuciyanti (Indonesia)
Medali Perunggu - Dinah Chan (Singapura)

INDIVIDUAL TIME TRIAL (ITT) PUTRA
Medali Emas - Tonton Susanto (Indonesia)
Medali Perak - Daren Low (Singapura)
Medali Perunggu - Mark Guevara Galedo (Filipina)

TEAM TIME TRIAL (TTT) PUTRA
Medali Emas (Thailand)
• Nawuti Liphongyu
• Puchong Sai-Udomsin
• Okart Bualoi

Medali Perak (Indonesia)
• Ryan Ariehaan
• Agung Alisahbana
• Hari Fitrianto

Medali Perunggu (Filipina)
• Mark Guvara Galedo
• Llyod Luicien Reyanante
• George Oconer

INDIVIDUAL ROAD RACE PUTRI
Medali Emas - Yanthi Fuciyanti (Indonesia)
Medali Perak - Chanpeng Nontasin (Thailand)
Medali Perunggu - Dinah Chan (Singapura)

INDIVIDUAL ROAD RACE PUTRA
Medali Emas – Indonesia (Hari Fitrianto)
Medali Perak – Filipina (Mark Guvara Galedo)
Medali Perunggu – Thailand (Phuchong Sai)

TEAM ROAD RACE PUTRA
Medali Emas Indonesia
Medali Perak Thailand
Medali Perunggu Vietnam

SUBANG, Pertandingan Balap Sepeda Sea Games XXVI pada putaran terakhir
yang diselenggarakan di Subang Jawa Barat banyak meninggalkan kesan
mendalam. Lagu Kebangsaan "Indonesia Raya" berkumandang 2 kali
berturut-turut dipenghujung acara atas keberhasilan Tonton Sutanto cs
dikategori Road Race Beregu dan kesuksesan Hari Fitrianto dalam
Individual Road Race dalam merebut Medali Emas. Gemuruh "Indonesia
Raya" saat itu bergema dengan gagahnya mengiringi naiknya 3 bendera ke
puncak tiang.
Prestasi yang dicetak atlit ini banyak mengundang rasa bangga. Salah
satunya seperti yang dikatakan oleh Lena (17 tahun) salah seorang
penonton asal Tasikmalaya yang mengaku tidak sengaja menyaksikan
penutupan Lomba Balap Sepeda di Tangkuban Parahu.
Kata Lena yang datang bersama teman-temannya semula hanya ingin
rekreasi di Tangkuban Parahu. Namun ternyata tengah malah "terjebak
macet" karena berlangsung pertandingan Balap Sepeda yang dilanjutkan
pada penutupan.
Lebih menarik lagi, kata Lena ialah prestasi atlit Indonesia yang
berhasil menyikat 6 medali Emas. Bagi Lena prestasi ini sangat
membanggakan dan akan makin memperbesar peluang mengukuhkan Indonesia
sebagai Juara Umum Sea games XXVI. "Ini adalah presatsi yang sangat
baik. Sehingga akan makin memperbesar peluang Indonesia sebagai juara
umum," katanya dengan nada bangga.
Selama acara penutupan nampak Lena bersama teman dan warga lainnya
sibuk berfoto besama dengan atlit-atlit Indonesia yang berhasil
menyabet sebagian besar medali dan atlit luar negeri lainnya.
Selain prestasi yang membanggakan, bagi para pedagang di sekitar
Tangkuban Parahu juga membawa berkah karena selama 4 hari
berlangsungnya pertandingan mampu meningkatkan penghasilan hingga 2
kali lipat dari hari biasanya. "Alhamdulillah. Selama ada balap
penghasilan nambah," jelas Yati salah saeorang pedagang makanan dan
minuman di sekitar tangkuban parahu. Kata Yati kalau biasanya sehari
dapat Rp 200 ribu, ketika berlangsung Sea Games penghasilannya menjadi
Rp 400 ribu sehari.
Para pembelinya, sambung Yati umumnya para panitia dan atlit yang
membeli kopi, mie instan yang diseduh dan air mineral. "Mudah-mudahan
ada lagi acara seperti ini," pungkas Yati.

TONTON SUSANTO AKAN PENSIUN DI PERTANDINGAN NASIONAL
Tonton Susanto menyatakan akan pensiun dari pertandingan tingkat
nasional. Dirinya akan fokus pada tingkat regional dan dunia. "Untuk
pertandingan tingkat nasional akan saya berikan kesempatan kepada
adik-adik saya," katanya di sela-sela acara sebelum penyerahan medali
di Tangkuban Parahu, Kamis (17/11/2011).
Selama ini dirinya cukup puas dengan dukungan semua pihak atas
berbagai prestasi yang diraihnya. Bagi Tonton, dukungan terbesar
diberikan oleh istri, anak dan orang tuanya. "Saya juga sangat
berterima kasih kepada sponsor produsen sepeda balap POLYGON yang
mendukung penuh dalam memberikan berbagai fasilitas pendukung. "Cukup,
lah bagi saya sampai di sini (Sea Games XXVI). Biar ada regenerasi
dari adik-adik atlit muda," ujarnya. Tonton yakin para atlit muda
banyak yang berpotensi bahkan mungkin bisa lebih dari dirinya. Untuk
itu dirinya akan berkonsentrasi pada lomba pada tingkat lainnya. Namun
bila diperlukan untuk melatih, dirinya juga akan dengan senang hati
membantu.


OKART BUALOI (THAILAND): "SUBANG SANGAT BERKESAN BAGI SAYA"
Usai penyerahan medali Okart Bualoi salah seorang atlit Balap Sepeda
Thailand mengutarakan kesan-kesannya selama mengiuti pertandingan di
Indonesia. Okart mengaku sangat terkesan dengan hawanya yang sejuk,
segar serta keramahan warganya.
Selama mengikuti pertandingan Okart bersama tim yang lain tinggal di
Ciater. "Sejak datang ke Subang, saya sangat terkesan dengan Subang.
Kebetulan sekali saat ini sedang musim dingin (maksudnya musim hujan).
Jadi suasananya segar," kata atlit yang menyabet medali perak di
kategori TTT dan Team Road Race ini dalam bahasa Inggris.
Ketika ditanya apakah akan datang kembali ke Subang? Bagi Okart
Indonesia bukanlah negara baru yang disinggahinya. Dirinya mengaku
sering datang ke Indonesia baik untuk liburan ke Jawa Timur, mengikuti
pertandingan ataupun latihan bersama. "I will miss Subang. May be
later will come back again," pungkasnya.

JELANG PENUTUPAN “INDONESIA RAYA” MEMBAHANA 2 KALI BERTURUT-TURUT

SUBANG, Pertandingan Balap Sepeda Sea Games XXVI pada putaran terakhir
yang diselenggarakan di Subang Jawa Barat banyak meninggalkan kesan
mendalam. Lagu Kebangsaan "Indonesia Raya" berkumandang 2 kali
berturut-turut dipenghujung acara atas keberhasilan Tonton Sutanto cs
dikategori Road Race Beregu dan kesuksesan Hari Fitrianto dalam
Individual Road Race dalam merebut Medali Emas. Gemuruh "Indonesia
Raya" saat itu bergema dengan gagahnya mengiringi naiknya 3 bendera ke
puncak tiang.
Prestasi yang dicetak atlit ini banyak mengundang rasa bangga. Salah
satunya seperti yang dikatakan oleh Lena (17 tahun) salah seorang
penonton asal Tasikmalaya yang mengaku tidak sengaja menyaksikan
penutupan Lomba Balap Sepeda di Tangkuban Parahu.
Kata Lena yang datang bersama teman-temannya semula hanya ingin
rekreasi di Tangkuban Parahu. Namun ternyata tengah malah "terjebak
macet" karena berlangsung pertandingan Balap Sepeda yang dilanjutkan
pada penutupan.
Lebih menarik lagi, kata Lena ialah prestasi atlit Indonesia yang
berhasil menyikat 6 medali Emas. Bagi Lena prestasi ini sangat
membanggakan dan akan makin memperbesar peluang mengukuhkan Indonesia
sebagai Juara Umum Sea games XXVI. "Ini adalah presatsi yang sangat
baik. Sehingga akan makin memperbesar peluang Indonesia sebagai juara
umum," katanya dengan nada bangga.
Selama acara penutupan nampak Lena bersama teman dan warga lainnya
sibuk berfoto besama dengan atlit-atlit Indonesia yang berhasil
menyabet sebagian besar medali dan atlit luar negeri lainnya.
Selain prestasi yang membanggakan, bagi para pedagang di sekitar
Tangkuban Parahu juga membawa berkah karena selama 4 hari
berlangsungnya pertandingan mampu meningkatkan penghasilan hingga 2
kali lipat dari hari biasanya. "Alhamdulillah. Selama ada balap
penghasilan nambah," jelas Yati salah saeorang pedagang makanan dan
minuman di sekitar tangkuban parahu. Kata Yati kalau biasanya sehari
dapat Rp 200 ribu, ketika berlangsung Sea Games penghasilannya menjadi
Rp 400 ribu sehari.
Para pembelinya, sambung Yati umumnya para panitia dan atlit yang
membeli kopi, mie instan yang diseduh dan air mineral. "Mudah-mudahan
ada lagi acara seperti ini," pungkas Yati.

TONTON SUSANTO AKAN PENSIUN DI PERTANDINGAN NASIONAL
Tonton Susanto menyatakan akan pensiun dari pertandingan tingkat
nasional. Dirinya akan fokus pada tingkat regional dan dunia. "Untuk
pertandingan tingkat nasional akan saya berikan kesempatan kepada
adik-adik saya," katanya di sela-sela acara sebelum penyerahan medali
di Tangkuban Parahu, Kamis (17/11/2011).
Selama ini dirinya cukup puas dengan dukungan semua pihak atas
berbagai prestasi yang diraihnya. Bagi Tonton, dukungan terbesar
diberikan oleh istri, anak dan orang tuanya. "Saya juga sangat
berterima kasih kepada sponsor produsen sepeda balap POLYGON yang
mendukung penuh dalam memberikan berbagai fasilitas pendukung. "Cukup,
lah bagi saya sampai di sini (Sea Games XXVI). Biar ada regenerasi
dari adik-adik atlit muda," ujarnya. Tonton yakin para atlit muda
banyak yang berpotensi bahkan mungkin bisa lebih dari dirinya. Untuk
itu dirinya akan berkonsentrasi pada lomba pada tingkat lainnya. Namun
bila diperlukan untuk melatih, dirinya juga akan dengan senang hati
membantu.


OKART BUALOI (THAILAND): "SUBANG SANGAT BERKESAN BAGI SAYA"
Usai penyerahan medali Okart Bualoi salah seorang atlit Balap Sepeda
Thailand mengutarakan kesan-kesannya selama mengiuti pertandingan di
Indonesia. Okart mengaku sangat terkesan dengan hawanya yang sejuk,
segar serta keramahan warganya.
Selama mengikuti pertandingan Okart bersama tim yang lain tinggal di
Ciater. "Sejak datang ke Subang, saya sangat terkesan dengan Subang.
Kebetulan sekali saat ini sedang musim dingin (maksudnya musim hujan).
Jadi suasananya segar," kata atlit yang menyabet medali perak di
kategori TTT dan Team Road Race ini dalam bahasa Inggris.
Ketika ditanya apakah akan datang kembali ke Subang? Bagi Okart
Indonesia bukanlah negara baru yang disinggahinya. Dirinya mengaku
sering datang ke Indonesia baik untuk liburan ke Jawa Timur, mengikuti
pertandingan ataupun latihan bersama. "I will miss Subang. May be
later will come back again," pungkasnya.

SUBANG, Masalah sengketa tanah dan upaya mendapatkan produk hukum
daerah oleh pemerintah desa terungkap pada acara dialog dalam rangka
penyuluhan hukum tentang Peraturan Bupati No. 28 tahun 2009 tentang
Desa/Kelurahan Mandiri Gotong Royong. Kegiatan tersebut
diselenggarakan Bagian Hukum Setda Kabupaten Subang di Desa Rancasari
dan Rancahilir Pamanukan, Rabu (16/11). Menurut Kasubag Penyuluhan,
Konsultasi Hukum dan HAM, R. Ahmad Sinter Delonik, SH, diakui bahwa
untuk menyebarkan produk hukum daerah pihaknya masih memiliki
keterbatasan sehubungan dengan banyak dan desa yang harus dijangkau.
"Kami akui masih banyak tantangan yang dihadapi diantaranya
keterbatasan karena desa yang harus dikunjungi sangat banyak sulit
dijangkau," katanya.
Namun, lanjut Sinter, bagi masyarakat atau pihak-pihak yang ingin
mendapatkan priduk hukum daerah bisa datang langsung ke kantor Bagian
Hukum di Setda Subang, Jala Dewi Sartika No. 2 Subang dengan
menghubungi nomor telepom 0260 – 411005 ekstensi 117 terlebih dahulu.
"Supaya kami bisa mempersiapkan apa yang diperlukan," tambahnya.
Bahkan saluran itu pun, lanjut Sinter, bisa dipergunakan untuk
konsultasi masalah terkait hukum dan Tata Usaha Negara (TUN). "Kami
juga melatani konsultasi terkait hukum dan Tata Usaha Negara.
Pelayanan selama hari dan jam kerja," jelasnya lagi.
Pihak Pemkab Subang, kata Sinter, akan terus berusaha memanfaatkan
berbagai teknologi supaya pelayanan terkait hukum bisa dilaksanakan
dengan baik. "Diantaranya kami pun melakukan siaran di radio-radio.
Supaya bisa menjangkau lebih luas lagi," ujarnya.
Penyuluhan hukum merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Subang bersama
pihak terkait ini dalam rangka meningkatkan kesadaran hukum. Sehingga
masyarakat Subang lebih mengetahui serta lebih memahami tentang hak
dan kewajibannya.
Masalah lainnya yang ajukan oleh masyarakat ialah masalah perubahan
data sertifikat tanah, kekuatan hukum antara SPPT dan SHM tanah dan
mengenai status tanah yang dahulunya dikuasai Belanda sedangkan
sekarang dikelola masyarakat.
Pada kesempatan itu turut serta dalam penyuluhan hukum ialah pihak
Polres Subang, Badan Pertanahan Nasional dan Pengadilan Negeri Subang.

BAGIAN HUKUM SETDA SUBANG BERTEKAD TINGKATKAN PELAYANAN

SUBANG, Masalah sengketa tanah dan upaya mendapatkan produk hukum
daerah oleh pemerintah desa terungkap pada acara dialog dalam rangka
penyuluhan hukum tentang Peraturan Bupati No. 28 tahun 2009 tentang
Desa/Kelurahan Mandiri Gotong Royong. Kegiatan tersebut
diselenggarakan Bagian Hukum Setda Kabupaten Subang di Desa Rancasari
dan Rancahilir Pamanukan, Rabu (16/11). Menurut Kasubag Penyuluhan,
Konsultasi Hukum dan HAM, R. Ahmad Sinter Delonik, SH, diakui bahwa
untuk menyebarkan produk hukum daerah pihaknya masih memiliki
keterbatasan sehubungan dengan banyak dan desa yang harus dijangkau.
"Kami akui masih banyak tantangan yang dihadapi diantaranya
keterbatasan karena desa yang harus dikunjungi sangat banyak sulit
dijangkau," katanya.
Namun, lanjut Sinter, bagi masyarakat atau pihak-pihak yang ingin
mendapatkan priduk hukum daerah bisa datang langsung ke kantor Bagian
Hukum di Setda Subang, Jala Dewi Sartika No. 2 Subang dengan
menghubungi nomor telepom 0260 – 411005 ekstensi 117 terlebih dahulu.
"Supaya kami bisa mempersiapkan apa yang diperlukan," tambahnya.
Bahkan saluran itu pun, lanjut Sinter, bisa dipergunakan untuk
konsultasi masalah terkait hukum dan Tata Usaha Negara (TUN). "Kami
juga melatani konsultasi terkait hukum dan Tata Usaha Negara.
Pelayanan selama hari dan jam kerja," jelasnya lagi.
Pihak Pemkab Subang, kata Sinter, akan terus berusaha memanfaatkan
berbagai teknologi supaya pelayanan terkait hukum bisa dilaksanakan
dengan baik. "Diantaranya kami pun melakukan siaran di radio-radio.
Supaya bisa menjangkau lebih luas lagi," ujarnya.
Penyuluhan hukum merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Subang bersama
pihak terkait ini dalam rangka meningkatkan kesadaran hukum. Sehingga
masyarakat Subang lebih mengetahui serta lebih memahami tentang hak
dan kewajibannya.
Masalah lainnya yang ajukan oleh masyarakat ialah masalah perubahan
data sertifikat tanah, kekuatan hukum antara SPPT dan SHM tanah dan
mengenai status tanah yang dahulunya dikuasai Belanda sedangkan
sekarang dikelola masyarakat.
Pada kesempatan itu turut serta dalam penyuluhan hukum ialah pihak
Polres Subang, Badan Pertanahan Nasional dan Pengadilan Negeri Subang.

Selasa, 15 November 2011

SUBANG, Walaupun terkena penutupan jalur sementara oleh kegiatan
Seagame, Warga Subang bangga daerahnya dipercaya menjadi bagian dari
event olahraga tingkat Asia Tenggara. Seperti dikatakan oleh Herdian,
warga Subang Kota menyambut gembira dan berharap Seagames berikutnya
Subang tetapi dipakai lagi sebagai medan pertandingan. "Saya bangga,
Kang. Indonesia dipercaya apalagi Subang. Kalau bisa Seagames
(berikutnya) nanti Subang jadi ajang lag," ujar Herdian kepada penulis
Hal yang sama diutarakan Ade (16 tahun) siswi SMU 2 Subang yang
tinggal di Cijambe, merasa bangga dan terhormat Kabupaten jadi aajang
pertandingan balap sepeda tingkat Asia Tenggara. "Walaupun harus telat
pulang ke rumah saya bangga Subang dipercaya," katanya dengan mata
sumringah. Selanjutnya Adr berharap Indonesia banyak meraih medali
emas di cabang olahraga balap sepeda.

Dikategori Team Time Trial (TTT) Indonesia harus puas dengan medali
perak. Sedangkan emas dan perunggu diraih masing-masing oleh Thailand
dan Filipina. Pada pertandingan TTT diikuti oleh 31 peserta dari 8
negara, Indonesia mengirimkan 4 atlit terbaiknya.
Pada jalannya pertandingan menurut informasi yang peroleh dari panitia
terdapat 2 orang dari Vietnam dan Timor Leste mengalami insiden
kecelakaan sehingga kedua negara tersebut tidak dapat melanjutkan
pertandingan.
Selama pertandingan berlangsung, jalur jalan yang dilaui disterilkan
dari arus lalu-lintas sementara.
Start dilaksanakan di depan Mapolres Subang pada pukul 09.00 WIB.
Jalur yang ditempuh sejauh 70 km dari Mapolres Subang dilanjutkan ke
Bantarwaru kemudian balik kembali ke Subang Kota menyusuri jalan Oto
Iskandardinata, Jalan Wangsa Goparana (depan Masjid Agung Subang),
Jalan Attelir, Jalan Pasirkareumbi, lalu menuju Jalancgak selanjutnya
berakhir di Pintu Masuk Tangkuban Parahu.

Seperti dikabarken sebelumnya bahwa selama berlangusng pertandingan
Balap Sepeda Seagames XXVI dari sejak 14 – 17 Nopember 2011, dari 6
titik Start 2 diantaranya di pusatkan Wilayah Subang yaitu di
Tanjungwangi Cijambe dan Depan Markas Polres Subang. Semua kategori
pertandingan yakni Individual Time Trial (ITT), Team Time Trial (TTT),
dan Massed Start mengambil jalur wilayah Subang. Finish di Pintu Masuk
Tangkuban Parahu Kabupaten Bandung.
Hingga berita ini diturunkan masih tersisa 2 kali pertandingan lagi
yaitu Massed Start putri dan Massed Start putra yang mengambil start
di Kota Baru Parahyangan Kabupaten Bandung.

INILAH DAFTAR ATLIT TTT PUTRA
TIMOR LESTE
Antonio Ameida Pareira Martins
Orlando Dacosta
Jacinto de Jesus da Costa


MYANMAR
Phyo Waizin
Sai Aung Khan
Chit Koko
Aung Phyo Wai

VIETNAM
Minh Thuy Bui
Nguyen Hung Mai
Van Phuc Ho
Duc Tam Trinh

SINGAPORE
Darren Low
Junaidi Hashim
Jun Rong Ho
Marcus Leong MALAYSIA
Amir Mustafa Rusli
Mohd Sharul Mat Amin
Muhammad Rauf Nur Misbah
Yong Li Ng

THAIAND
Nawuti Liphongyu
Phuchong Sai Udomsin
Chikart Bualoi
Tanasak Thanchai

PHILIPHINE
Mark Guevara Galedo
George Oconer
Ronald Gorantes
Llyod Luicien Reynante

INDONESIA
Ryan Ariehaan Hilman
Hari Fitrianto
Robin Manulians
Agung Ali Sahbana

BANGGA DIPERCAYA JADI TEMPAT PENYELENGARAAN

SUBANG, Walaupun terkena penutupan jalur sementara oleh kegiatan
Seagame, Warga Subang bangga daerahnya dipercaya menjadi bagian dari
event olahraga tingkat Asia Tenggara. Seperti dikatakan oleh Herdian,
warga Subang Kota menyambut gembira dan berharap Seagames berikutnya
Subang tetapi dipakai lagi sebagai medan pertandingan. "Saya bangga,
Kang. Indonesia dipercaya apalagi Subang. Kalau bisa Seagames
(berikutnya) nanti Subang jadi ajang lag," ujar Herdian kepada penulis
Hal yang sama diutarakan Ade (16 tahun) siswi SMU 2 Subang yang
tinggal di Cijambe, merasa bangga dan terhormat Kabupaten jadi aajang
pertandingan balap sepeda tingkat Asia Tenggara. "Walaupun harus telat
pulang ke rumah saya bangga Subang dipercaya," katanya dengan mata
sumringah. Selanjutnya Adr berharap Indonesia banyak meraih medali
emas di cabang olahraga balap sepeda.

Dikategori Team Time Trial (TTT) Indonesia harus puas dengan medali
perak. Sedangkan emas dan perunggu diraih masing-masing oleh Thailand
dan Filipina. Pada pertandingan TTT diikuti oleh 31 peserta dari 8
negara, Indonesia mengirimkan 4 atlit terbaiknya.
Pada jalannya pertandingan menurut informasi yang peroleh dari panitia
terdapat 2 orang dari Vietnam dan Timor Leste mengalami insiden
kecelakaan sehingga kedua negara tersebut tidak dapat melanjutkan
pertandingan.
Selama pertandingan berlangsung, jalur jalan yang dilaui disterilkan
dari arus lalu-lintas sementara.
Start dilaksanakan di depan Mapolres Subang pada pukul 09.00 WIB.
Jalur yang ditempuh sejauh 70 km dari Mapolres Subang dilanjutkan ke
Bantarwaru kemudian balik kembali ke Subang Kota menyusuri jalan Oto
Iskandardinata, Jalan Wangsa Goparana (depan Masjid Agung Subang),
Jalan Attelir, Jalan Pasirkareumbi, lalu menuju Jalancgak selanjutnya
berakhir di Pintu Masuk Tangkuban Parahu.

Seperti dikabarken sebelumnya bahwa selama berlangusng pertandingan
Balap Sepeda Seagames XXVI dari sejak 14 – 17 Nopember 2011, dari 6
titik Start 2 diantaranya di pusatkan Wilayah Subang yaitu di
Tanjungwangi Cijambe dan Depan Markas Polres Subang. Semua kategori
pertandingan yakni Individual Time Trial (ITT), Team Time Trial (TTT),
dan Massed Start mengambil jalur wilayah Subang. Finish di Pintu Masuk
Tangkuban Parahu Kabupaten Bandung.
Hingga berita ini diturunkan masih tersisa 2 kali pertandingan lagi
yaitu Massed Start putri dan Massed Start putra yang mengambil start
di Kota Baru Parahyangan Kabupaten Bandung.

INILAH DAFTAR ATLIT TTT PUTRA
TIMOR LESTE
Antonio Ameida Pareira Martins
Orlando Dacosta
Jacinto de Jesus da Costa


MYANMAR
Phyo Waizin
Sai Aung Khan
Chit Koko
Aung Phyo Wai

VIETNAM
Minh Thuy Bui
Nguyen Hung Mai
Van Phuc Ho
Duc Tam Trinh

SINGAPORE
Darren Low
Junaidi Hashim
Jun Rong Ho
Marcus Leong MALAYSIA
Amir Mustafa Rusli
Mohd Sharul Mat Amin
Muhammad Rauf Nur Misbah
Yong Li Ng

THAIAND
Nawuti Liphongyu
Phuchong Sai Udomsin
Chikart Bualoi
Tanasak Thanchai

PHILIPHINE
Mark Guevara Galedo
George Oconer
Ronald Gorantes
Llyod Luicien Reynante

INDONESIA
Ryan Ariehaan Hilman
Hari Fitrianto
Robin Manulians
Agung Ali Sahbana

SUBANG, Walaupun terkena penutupan jalur sementara oleh kegiatan
Seagame, Warga Subang bangga daerahnya dipercaya menjadi bagian dari
event olahraga tingkat Asia Tenggara. Seperti dikatakan oleh Herdian,
warga Subang Kota menyambut gembira dan berharap Seagames berikutnya
Subang tetapi dipakai lagi sebagai medan pertandingan. "Saya bangga,
Kang. Indonesia dipercaya apalagi Subang. Kalau bisa Seagames
(berikutnya) nanti Subang jadi ajang lag," ujar Herdian kepada penulis
Hal yang sama diutarakan Ade (16 tahun) siswi SMU 2 Subang yang
tinggal di Cijambe, merasa bangga dan terhormat Kabupaten jadi aajang
pertandingan balap sepeda tingkat Asia Tenggara. "Walaupun harus telat
pulang ke rumah saya bangga Subang dipercaya," katanya dengan mata
sumringah. Selanjutnya Adr berharap Indonesia banyak meraih medali
emas di cabang olahraga balap sepeda.

Dikategori Team Time Trial (TTT) Indonesia harus puas dengan medali
perak. Sedangkan emas dan perunggu diraih masing-masing oleh Thailand
dan Filipina. Pada pertandingan TTT diikuti oleh 31 peserta dari 8
negara, Indonesia mengirimkan 4 atlit terbaiknya.
Pada jalannya pertandingan menurut informasi yang peroleh dari panitia
terdapat 2 orang dari Vietnam dan Timor Leste mengalami insiden
kecelakaan sehingga kedua negara tersebut tidak dapat melanjutkan
pertandingan.
Selama pertandingan berlangsung, jalur jalan yang dilaui disterilkan
dari arus lalu-lintas sementara.
Start dilaksanakan di depan Mapolres Subang pada pukul 09.00 WIB.
Jalur yang ditempuh sejauh 70 km dari Mapolres Subang dilanjutkan ke
Bantarwaru kemudian balik kembali ke Subang Kota menyusuri jalan Oto
Iskandardinata, Jalan Wangsa Goparana (depan Masjid Agung Subang),
Jalan Attelir, Jalan Pasirkareumbi, lalu menuju Jalancgak selanjutnya
berakhir di Pintu Masuk Tangkuban Parahu.

Seperti dikabarken sebelumnya bahwa selama berlangusng pertandingan
Balap Sepeda Seagames XXVI dari sejak 14 – 17 Nopember 2011, dari 6
titik Start 2 diantaranya di pusatkan Wilayah Subang yaitu di
Tanjungwangi Cijambe dan Depan Markas Polres Subang. Semua kategori
pertandingan yakni Individual Time Trial (ITT), Team Time Trial (TTT),
dan Massed Start mengambil jalur wilayah Subang. Finish di Pintu Masuk
Tangkuban Parahu Kabupaten Bandung.
Hingga berita ini diturunkan masih tersisa 2 kali pertandingan lagi
yaitu Massed Start putri dan Massed Start putra yang mengambil start
di Kota Baru Parahyangan Kabupaten Bandung.

INILAH DAFTAR ATLIT TTT PUTRA
TIMOR LESTE
Antonio Ameida Pareira Martins
Orlando Dacosta
Jacinto de Jesus da Costa


MYANMAR
Phyo Waizin
Sai Aung Khan
Chit Koko
Aung Phyo Wai

VIETNAM
Minh Thuy Bui
Nguyen Hung Mai
Van Phuc Ho
Duc Tam Trinh

SINGAPORE
Darren Low
Junaidi Hashim
Jun Rong Ho
Marcus Leong MALAYSIA
Amir Mustafa Rusli
Mohd Sharul Mat Amin
Muhammad Rauf Nur Misbah
Yong Li Ng

THAIAND
Nawuti Liphongyu
Phuchong Sai Udomsin
Chikart Bualoi
Tanasak Thanchai

PHILIPHINE
Mark Guevara Galedo
George Oconer
Ronald Gorantes
Llyod Luicien Reynante

INDONESIA
Ryan Ariehaan Hilman
Hari Fitrianto
Robin Manulians
Agung Ali Sahbana

BANGGA DIPERCAYA JADI TEMPAT PENYELENGARAAN SEA GAMES

SUBANG, Walaupun terkena penutupan jalur sementara oleh kegiatan
Seagame, Warga Subang bangga daerahnya dipercaya menjadi bagian dari
event olahraga tingkat Asia Tenggara. Seperti dikatakan oleh Herdian,
warga Subang Kota menyambut gembira dan berharap Seagames berikutnya
Subang tetapi dipakai lagi sebagai medan pertandingan. "Saya bangga,
Kang. Indonesia dipercaya apalagi Subang. Kalau bisa Seagames
(berikutnya) nanti Subang jadi ajang lag," ujar Herdian kepada penulis
Hal yang sama diutarakan Ade (16 tahun) siswi SMU 2 Subang yang
tinggal di Cijambe, merasa bangga dan terhormat Kabupaten jadi aajang
pertandingan balap sepeda tingkat Asia Tenggara. "Walaupun harus telat
pulang ke rumah saya bangga Subang dipercaya," katanya dengan mata
sumringah. Selanjutnya Adr berharap Indonesia banyak meraih medali
emas di cabang olahraga balap sepeda.

Dikategori Team Time Trial (TTT) Indonesia harus puas dengan medali
perak. Sedangkan emas dan perunggu diraih masing-masing oleh Thailand
dan Filipina. Pada pertandingan TTT diikuti oleh 31 peserta dari 8
negara, Indonesia mengirimkan 4 atlit terbaiknya.
Pada jalannya pertandingan menurut informasi yang peroleh dari panitia
terdapat 2 orang dari Vietnam dan Timor Leste mengalami insiden
kecelakaan sehingga kedua negara tersebut tidak dapat melanjutkan
pertandingan.
Selama pertandingan berlangsung, jalur jalan yang dilaui disterilkan
dari arus lalu-lintas sementara.
Start dilaksanakan di depan Mapolres Subang pada pukul 09.00 WIB.
Jalur yang ditempuh sejauh 70 km dari Mapolres Subang dilanjutkan ke
Bantarwaru kemudian balik kembali ke Subang Kota menyusuri jalan Oto
Iskandardinata, Jalan Wangsa Goparana (depan Masjid Agung Subang),
Jalan Attelir, Jalan Pasirkareumbi, lalu menuju Jalancgak selanjutnya
berakhir di Pintu Masuk Tangkuban Parahu.

Seperti dikabarken sebelumnya bahwa selama berlangusng pertandingan
Balap Sepeda Seagames XXVI dari sejak 14 – 17 Nopember 2011, dari 6
titik Start 2 diantaranya di pusatkan Wilayah Subang yaitu di
Tanjungwangi Cijambe dan Depan Markas Polres Subang. Semua kategori
pertandingan yakni Individual Time Trial (ITT), Team Time Trial (TTT),
dan Massed Start mengambil jalur wilayah Subang. Finish di Pintu Masuk
Tangkuban Parahu Kabupaten Bandung.
Hingga berita ini diturunkan masih tersisa 2 kali pertandingan lagi
yaitu Massed Start putri dan Massed Start putra yang mengambil start
di Kota Baru Parahyangan Kabupaten Bandung.

INILAH DAFTAR ATLIT TTT PUTRA
TIMOR LESTE
Antonio Ameida Pareira Martins
Orlando Dacosta
Jacinto de Jesus da Costa


MYANMAR
Phyo Waizin
Sai Aung Khan
Chit Koko
Aung Phyo Wai

VIETNAM
Minh Thuy Bui
Nguyen Hung Mai
Van Phuc Ho
Duc Tam Trinh

SINGAPORE
Darren Low
Junaidi Hashim
Jun Rong Ho
Marcus Leong MALAYSIA
Amir Mustafa Rusli
Mohd Sharul Mat Amin
Muhammad Rauf Nur Misbah
Yong Li Ng

THAIAND
Nawuti Liphongyu
Phuchong Sai Udomsin
Chikart Bualoi
Tanasak Thanchai

PHILIPHINE
Mark Guevara Galedo
George Oconer
Ronald Gorantes
Llyod Luicien Reynante

INDONESIA
Ryan Ariehaan Hilman
Hari Fitrianto
Robin Manulians
Agung Ali Sahbana

BANGGA DIPERCAYA JADI TEMPAT PENYELENGARAAN

SUBANG, Walaupun terkena penutupan jalur sementara oleh kegiatan
Seagame, Warga Subang bangga daerahnya dipercaya menjadi bagian dari
event olahraga tingkat Asia Tenggara. Seperti dikatakan oleh Herdian,
warga Subang Kota menyambut gembira dan berharap Seagames berikutnya
Subang tetapi dipakai lagi sebagai medan pertandingan. "Saya bangga,
Kang. Indonesia dipercaya apalagi Subang. Kalau bisa Seagames
(berikutnya) nanti Subang jadi ajang lag," ujar Herdian kepada penulis
Hal yang sama diutarakan Ade (16 tahun) siswi SMU 2 Subang yang
tinggal di Cijambe, merasa bangga dan terhormat Kabupaten jadi aajang
pertandingan balap sepeda tingkat Asia Tenggara. "Walaupun harus telat
pulang ke rumah saya bangga Subang dipercaya," katanya dengan mata
sumringah. Selanjutnya Adr berharap Indonesia banyak meraih medali
emas di cabang olahraga balap sepeda.

Dikategori Team Time Trial (TTT) Indonesia harus puas dengan medali
perak. Sedangkan emas dan perunggu diraih masing-masing oleh Thailand
dan Filipina. Pada pertandingan TTT diikuti oleh 31 peserta dari 8
negara, Indonesia mengirimkan 4 atlit terbaiknya.
Pada jalannya pertandingan menurut informasi yang peroleh dari panitia
terdapat 2 orang dari Vietnam dan Timor Leste mengalami insiden
kecelakaan sehingga kedua negara tersebut tidak dapat melanjutkan
pertandingan.
Selama pertandingan berlangsung, jalur jalan yang dilaui disterilkan
dari arus lalu-lintas sementara.
Start dilaksanakan di depan Mapolres Subang pada pukul 09.00 WIB.
Jalur yang ditempuh sejauh 70 km dari Mapolres Subang dilanjutkan ke
Bantarwaru kemudian balik kembali ke Subang Kota menyusuri jalan Oto
Iskandardinata, Jalan Wangsa Goparana (depan Masjid Agung Subang),
Jalan Attelir, Jalan Pasirkareumbi, lalu menuju Jalancgak selanjutnya
berakhir di Pintu Masuk Tangkuban Parahu.

Seperti dikabarken sebelumnya bahwa selama berlangusng pertandingan
Balap Sepeda Seagames XXVI dari sejak 14 – 17 Nopember 2011, dari 6
titik Start 2 diantaranya di pusatkan Wilayah Subang yaitu di
Tanjungwangi Cijambe dan Depan Markas Polres Subang. Semua kategori
pertandingan yakni Individual Time Trial (ITT), Team Time Trial (TTT),
dan Massed Start mengambil jalur wilayah Subang. Finish di Pintu Masuk
Tangkuban Parahu Kabupaten Bandung.
Hingga berita ini diturunkan masih tersisa 2 kali pertandingan lagi
yaitu Massed Start putri dan Massed Start putra yang mengambil start
di Kota Baru Parahyangan Kabupaten Bandung.

INILAH DAFTAR ATLIT TTT PUTRA
TIMOR LESTE
Antonio Ameida Pareira Martins
Orlando Dacosta
Jacinto de Jesus da Costa


MYANMAR
Phyo Waizin
Sai Aung Khan
Chit Koko
Aung Phyo Wai

VIETNAM
Minh Thuy Bui
Nguyen Hung Mai
Van Phuc Ho
Duc Tam Trinh

SINGAPORE
Darren Low
Junaidi Hashim
Jun Rong Ho
Marcus Leong MALAYSIA
Amir Mustafa Rusli
Mohd Sharul Mat Amin
Muhammad Rauf Nur Misbah
Yong Li Ng

THAIAND
Nawuti Liphongyu
Phuchong Sai Udomsin
Chikart Bualoi
Tanasak Thanchai

PHILIPHINE
Mark Guevara Galedo
George Oconer
Ronald Gorantes
Llyod Luicien Reynante

INDONESIA
Ryan Ariehaan Hilman
Hari Fitrianto
Robin Manulians
Agung Ali Sahbana

BANGGA DIPERCAYA JADI TEMPAT PENYELENGARAAN SEA GAMES

BANGGA DIPERCAYA JADI TEMPAT PENYELENGARAAN

SUBANG, Walaupun terkena penutupan jalur sementara oleh kegiatan
Seagame, Warga Subang bangga daerahnya dipercaya menjadi bagian dari
event olahraga tingkat Asia Tenggara. Seperti dikatakan oleh Herdian,
warga Subang Kota menyambut gembira dan berharap Seagames berikutnya
Subang tetapi dipakai lagi sebagai medan pertandingan. "Saya bangga,
Kang. Indonesia dipercaya apalagi Subang. Kalau bisa Seagames
(berikutnya) nanti Subang jadi ajang lag," ujar Herdian kepada penulis
Hal yang sama diutarakan Ade (16 tahun) siswi SMU 2 Subang yang
tinggal di Cijambe, merasa bangga dan terhormat Kabupaten jadi aajang
pertandingan balap sepeda tingkat Asia Tenggara. "Walaupun harus telat
pulang ke rumah saya bangga Subang dipercaya," katanya dengan mata
sumringah. Selanjutnya Adr berharap Indonesia banyak meraih medali
emas di cabang olahraga balap sepeda.

Dikategori Team Time Trial (TTT) Indonesia harus puas dengan medali
perak. Sedangkan emas dan perunggu diraih masing-masing oleh Thailand
dan Filipina. Pada pertandingan TTT diikuti oleh 31 peserta dari 8
negara, Indonesia mengirimkan 4 atlit terbaiknya.
Pada jalannya pertandingan menurut informasi yang peroleh dari panitia
terdapat 2 orang dari Vietnam dan Timor Leste mengalami insiden
kecelakaan sehingga kedua negara tersebut tidak dapat melanjutkan
pertandingan.
Selama pertandingan berlangsung, jalur jalan yang dilaui disterilkan
dari arus lalu-lintas sementara.
Start dilaksanakan di depan Mapolres Subang pada pukul 09.00 WIB.
Jalur yang ditempuh sejauh 70 km dari Mapolres Subang dilanjutkan ke
Bantarwaru kemudian balik kembali ke Subang Kota menyusuri jalan Oto
Iskandardinata, Jalan Wangsa Goparana (depan Masjid Agung Subang),
Jalan Attelir, Jalan Pasirkareumbi, lalu menuju Jalancgak selanjutnya
berakhir di Pintu Masuk Tangkuban Parahu.

Seperti dikabarken sebelumnya bahwa selama berlangusng pertandingan
Balap Sepeda Seagames XXVI dari sejak 14 – 17 Nopember 2011, dari 6
titik Start 2 diantaranya di pusatkan Wilayah Subang yaitu di
Tanjungwangi Cijambe dan Depan Markas Polres Subang. Semua kategori
pertandingan yakni Individual Time Trial (ITT), Team Time Trial (TTT),
dan Massed Start mengambil jalur wilayah Subang. Finish di Pintu Masuk
Tangkuban Parahu Kabupaten Bandung.
Hingga berita ini diturunkan masih tersisa 2 kali pertandingan lagi
yaitu Massed Start putri dan Massed Start putra yang mengambil start
di Kota Baru Parahyangan Kabupaten Bandung.

INILAH DAFTAR ATLIT TTT PUTRA
TIMOR LESTE
Antonio Ameida Pareira Martins
Orlando Dacosta
Jacinto de Jesus da Costa


MYANMAR
Phyo Waizin
Sai Aung Khan
Chit Koko
Aung Phyo Wai

VIETNAM
Minh Thuy Bui
Nguyen Hung Mai
Van Phuc Ho
Duc Tam Trinh

SINGAPORE
Darren Low
Junaidi Hashim
Jun Rong Ho
Marcus Leong MALAYSIA
Amir Mustafa Rusli
Mohd Sharul Mat Amin
Muhammad Rauf Nur Misbah
Yong Li Ng

THAIAND
Nawuti Liphongyu
Phuchong Sai Udomsin
Chikart Bualoi
Tanasak Thanchai

PHILIPHINE
Mark Guevara Galedo
George Oconer
Ronald Gorantes
Llyod Luicien Reynante

INDONESIA
Ryan Ariehaan Hilman
Hari Fitrianto
Robin Manulians
Agung Ali Sahbana

Senin, 14 November 2011

SUBANG, Atlit Balap Sepeda asal Vietnam, Min Tuy Bui harus kandas
melanjutkan pertandingan dikategori Individual Time Trial (ITT) yang
berlangsung siang tadi, Senin (14/11). Bui terjatuh saat melintasi
jalur jalan di ditengah guyuran hujan yang cukup lebat di daerah
Pasirkareumbi akibat terantuk jalan bergelombang yang diduga kurang
terlihat karena terhalang oleh genangan air hujan yang mengalir di
jalan dari. Karena tidak mampu lanjutkan pertandingan dinyatakan
gugur. Saat ini arena diguyur hujan sangat lebat.
Start untuk kategori ITT Putra diselenggarakan di Bantarwaru Indramayu
dengan jalur sepanjang kurang lebih 50 km yang berakhir titik finish
di Pintu Masuk Tangkuban Parahu.
Pada pertandingan ini diikuti oleh 1 atlit dari 8 negara diantaranya
Indonesia menyertakan 2 atlit terbaiknya yaitu Tonton Susanto dan Dadi
Suryadi.

Pelepasan Atlit Berlangsung Sederhana
Pada penyelenggaraan Balap Sepeda pertama kali diselenggarakan
Tanjungwangi tepatnya depan Rumah Makan Tanjung Harapan dengan
kategori ITT Putri yang diikuti oleh 9 negara. Pad akesempatan
tersebut dihadiri oleh Plh Bupati Subang Rahmat Solihin yang
didampingi Kapolres Subang, AKBP Awal Chairuddin yang memimpin
langsung pengamanan prtandingan yang melibatkan unsur pemda dan TNI
bersama Polri.
Dari informasi yang diperoleh untuk kategori ITT Putri Indonesia harus
puas dengan medali perak sementara emas diraih oleh Thailand dan perak
oleh Singapura.
Sementara untuk pertandingan besok akan diselenggarakan Team Time
Trial (TTT) putra dan putri dengan start di depan Mapolres Subang pada
pukul 09.00 WIB. Sementara untuk pertandingan besok akan
diselenggarakan Team Time Trial (TTT) putra dan putri dengan start di
depan Mapolres Subang pada pukul 09.00 WIB.
Inilah Daftar Pemain ITT Putra:
Orlando Dacosta dari Timor Leste, Ounheuan Thepvongsa dari Laos, Chit
Koko dari Myanmar, Marcus Leong dari Singapura, Min Thuy Bui dari
Vietnam, Ronald Gorantes dari Filipina, Mohd Ekbar Zamanhuri dari
Malaysia, Dadi Suryadi dari Indonesia, Jacinto DE Jesus Timor Leste,
Ariya Phounsavath dari Laos, Darren Lowdari Singapura, Mark Guevarra
Galedo dari Filipina, Yong Li Ng dari Malaysia dan Tonton Susantodari
Indonesia.

ATLIT BALAP SEPEDA VIETNAM TUMBANG

SUBANG, Atlit Balap Sepeda asal Vietnam, Min Tuy Bui harus kandas
melanjutkan pertandingan dikategori Individual Time Trial (ITT) yang
berlangsung siang tadi, Senin (14/11). Bui terjatuh saat melintasi
jalur jalan di ditengah guyuran hujan yang cukup lebat di daerah
Pasirkareumbi akibat terantuk jalan bergelombang yang diduga kurang
terlihat karena terhalang oleh genangan air hujan yang mengalir di
jalan dari. Karena tidak mampu lanjutkan pertandingan dinyatakan
gugur. Saat ini arena diguyur hujan sangat lebat.
Start untuk kategori ITT Putra diselenggarakan di Bantarwaru Indramayu
dengan jalur sepanjang kurang lebih 50 km yang berakhir titik finish
di Pintu Masuk Tangkuban Parahu.
Pada pertandingan ini diikuti oleh 1 atlit dari 8 negara diantaranya
Indonesia menyertakan 2 atlit terbaiknya yaitu Tonton Susanto dan Dadi
Suryadi.

Pelepasan Atlit Berlangsung Sederhana
Pada penyelenggaraan Balap Sepeda pertama kali diselenggarakan
Tanjungwangi tepatnya depan Rumah Makan Tanjung Harapan dengan
kategori ITT Putri yang diikuti oleh 9 negara. Pad akesempatan
tersebut dihadiri oleh Plh Bupati Subang Rahmat Solihin yang
didampingi Kapolres Subang, AKBP Awal Chairuddin yang memimpin
langsung pengamanan prtandingan yang melibatkan unsur pemda dan TNI
bersama Polri.
Dari informasi yang diperoleh untuk kategori ITT Putri Indonesia harus
puas dengan medali perak sementara emas diraih oleh Thailand dan perak
oleh Singapura.
Sementara untuk pertandingan besok akan diselenggarakan Team Time
Trial (TTT) putra dan putri dengan start di depan Mapolres Subang pada
pukul 09.00 WIB. Sementara untuk pertandingan besok akan
diselenggarakan Team Time Trial (TTT) putra dan putri dengan start di
depan Mapolres Subang pada pukul 09.00 WIB.
Inilah Daftar Pemain ITT Putra:
Orlando Dacosta dari Timor Leste, Ounheuan Thepvongsa dari Laos, Chit
Koko dari Myanmar, Marcus Leong dari Singapura, Min Thuy Bui dari
Vietnam, Ronald Gorantes dari Filipina, Mohd Ekbar Zamanhuri dari
Malaysia, Dadi Suryadi dari Indonesia, Jacinto DE Jesus Timor Leste,
Ariya Phounsavath dari Laos, Darren Lowdari Singapura, Mark Guevarra
Galedo dari Filipina, Yong Li Ng dari Malaysia dan Tonton Susantodari
Indonesia.

Minggu, 13 November 2011

SUBANG, Besok pagi (14/11/2011) sekira pukul 09.00 WIB pertandingan perdana Balap Sepeda akan diselenggarakan di Tanjungwangi Subang.
"8 Negara akan ambil bagian pada pertandingan pertama balap sepeda besok," kata M, Handy, Panitia Pelaksana (Panpel) dari Pengurus Besar Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia (PB ISSI), saat ditemui Reporter Subang di Tanjungwangi Subang, Minggu (13/11).
Sejak kemarin siang (12/11) persiapan penyelenggraan kegiatan dilakukan di 4 titik yaitu untuk titik start di Tanjungwangi, Bantarwaru, Depan Polres Subang dan Finish di Pintu Masuk Objek Wisata Tangkuban Parahu Subang.
Kata Handi, jalur yang akan digunakan kurang lebih sejauh 180 km yang meliputi Wilayah Subang, Kota Baru Parahyangan, Padalarang Kab. Bandung, Wanayasa, Sadang Purwakarta, Kalijati Subang dan Finish di Pintu Masuk Tangkuban Parahu.
Pada pertandingan pertama yang akan dipertandingkan kategori Individual Time Trial (ITT) putra dan putri di Tanjuwangi Subang. Dilanjutkan pertandingan Start di Bantarwaru pada pukul 2 siang. Kemudian dilanjutkan kategori pertandingan Team Time Trial (TTT) pada Selasa (15/11/2011) di depan Polres Subang dan katogori road race di Kota Baru Parahyangan dengan Finish di Pintu Tangkuban Parahu.
Sejak siang tadi gladi bersih dilakukan oleh panitia bersama pihak Kepolisian yang melibatkan Polres Subang dan Polres Cimahi. Menurut Kapolres Subang, AKBP Awal Chairuddin, pihak kepolisian menurunkan kekuatan sebanyak 306 personil dibantu aparat Pemda TNI dan masyarakat. "Selama pertandingan yitu saat start dan finish, jalur 2 arah akan kami tutup sementara," jelas Awal.
Guna lancarnya kegiatan, 1 jam sebelum pertandingan jalur yang dipergunakan diamankan dari arus lalu lintas. Hal ini telah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai media. Kepada pihak-pihak pendukung kegiatan, dihimbau 1 jam sebelum pertandingan harus berada di titik lokasi.

8 NEGARA AKAN AMBIL BAGIAN DALAM PERTANDINGAN PERDANA BALA SEPEDA DI SUBANG JAWA BARAT

SUBANG, Besok pagi (14/11/2011) sekira pukul 09.00 WIB pertandingan perdana Balap Sepeda akan diselenggarakan di Tanjungwangi Subang.
"8 Negara akan ambil bagian pada pertandingan pertama balap sepeda besok," kata M, Handy, Panitia Pelaksana (Panpel) dari Pengurus Besar Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia (PB ISSI), saat ditemui Reporter Subang di Tanjungwangi Subang, Minggu (13/11).
Sejak kemarin siang (12/11) persiapan penyelenggraan kegiatan dilakukan di 4 titik yaitu untuk titik start di Tanjungwangi, Bantarwaru, Depan Polres Subang dan Finish di Pintu Masuk Objek Wisata Tangkuban Parahu Subang.
Kata Handi, jalur yang akan digunakan kurang lebih sejauh 180 km yang meliputi Wilayah Subang, Kota Baru Parahyangan, Padalarang Kab. Bandung, Wanayasa, Sadang Purwakarta, Kalijati Subang dan Finish di Pintu Masuk Tangkuban Parahu.
Pada pertandingan pertama yang akan dipertandingkan kategori Individual Time Trial (ITT) putra dan putri di Tanjuwangi Subang. Dilanjutkan pertandingan Start di Bantarwaru pada pukul 2 siang. Kemudian dilanjutkan kategori pertandingan Team Time Trial (TTT) pada Selasa (15/11/2011) di depan Polres Subang dan katogori road race di Kota Baru Parahyangan dengan Finish di Pintu Tangkuban Parahu.
Sejak siang tadi gladi bersih dilakukan oleh panitia bersama pihak Kepolisian yang melibatkan Polres Subang dan Polres Cimahi. Menurut Kapolres Subang, AKBP Awal Chairuddin, pihak kepolisian menurunkan kekuatan sebanyak 306 personil dibantu aparat Pemda TNI dan masyarakat. "Selama pertandingan yitu saat start dan finish, jalur 2 arah akan kami tutup sementara," jelas Awal.
Guna lancarnya kegiatan, 1 jam sebelum pertandingan jalur yang dipergunakan diamankan dari arus lalu lintas. Hal ini telah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai media. Kepada pihak-pihak pendukung kegiatan, dihimbau 1 jam sebelum pertandingan harus berada di titik lokasi.

Sabtu, 12 November 2011

EEP HIDAYAT TIDAK HADIR. KENAPA?
Unsub Wisuda angkata VI sebanyak 368 Sarjana


SUBANG, Alumni Universitas Subang (Unsub) harus terus ditingkatkan
lebih aplikatif dalam pembangunan. Sehingga menjadi sumber daya
manusia yang unggul dalam berbagai bidangnya. Dirasakan hingga kini
peran serta perguruan tinggi Unsub melalui berbagai penelitian dalam
KKN dirasakan sangat membantu. Khususnya kepada para alumni supaya
tidak melupakan asal kampusnya. Dimasa depan, para alumni seyogyanya
bisa mengharumkan nama Unsub dengan memberikan karya nyata kepada
masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Plh Bupati Subang, Drs. H. Rahmat
Solihin saat memberika sambutan pada Sidang Terbuka Senat UNSUB Dalam
Rangka WIsuda VI Sarjana (S1) Diploma (D3) Tahun Akademik 2011 – 2012
di Aula Pemda Subang, Sabtu (12/11).
Pada kesempatan tersebut Unsub mewisuda 368 mahasiswa yang
menyelesaikan masa perkuliahan dari 7 Fakultas. Wisuda Sarajana
berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Subang Nomor
81/US/XI/2011 tentang Penetapan Nama Wisudawan Tahun Akademik 2011 -
2012.
Diantara sarjana yang diwisuda terdapat pejabat Subang diantaranya Dr.
Encep Sugiana, Bupati Subang (non-aktif) Eep Hidayat dan Asisten
Administrasi dan Pembinaan Aparatur (Asda III) Komir Bastaman. Namun
Eep Hidayat yang diwisuda sebagai Sarjana Hukum pada kesempatan
tersebut tidak hadir sehubungan tengah menghadiri Kursus Pengacara di
Bandung.
Pembacaan sambutan pewakilan wisuda disampaikan oleh Dehilma dari
Fakultas Administrasi Negara (F-AN) sebagai wisudawan yang
menyelsaikan perkuliahan tercepat yaitu 4 tahun 2 bulan. Dalam
sambutannya Dehilma menyampaikan terima kasih kepada civitas akademika
yang telah membimbing menyelesaikan perkuliahan. Kepada pemerintah
Kabupaten Subang juga menyampaikan hal yang sama. Memohon untuk
ditingkatkan kembali perhatian pada Unsub dalam rangka meningkatkan
kualitas pendidikan tinggi.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Kopertis Wilayah IV, Drs.
Sudarsono,, M.Si yang mengatakan bahwa bangsa Indonesia menghadapi
pengangguran yang menurut data pemerintah sekitar 11,7 juta penduduk
belum punya pekerjaan. Umumnya pengangguran muncul di strata
pendidikan yang rendah. Makin tinggi pendidikan, angka penganggurannya
makin sedikit. Kenyataan ini harus dijawab dengan mencetak
alumni-alumni yang siap menjawab tantangan pasar. Unsub sebagai
perguruan tinggi menghadapi kondis yang kotradiktif. Disatu sisi perlu
SDM yang baik namun disisi lain menghadapi tantangan upaya mencetak
alumni yang baik. Maka untuk itu diperlukan kerja keras dari perguruan
tinggi dalam menjawabnya.

EEP HIDAYAT TIDAK HADIR. KENAPA?

EEP HIDAYAT TIDAK HADIR. KENAPA?
Unsub Wisuda angkata VI sebanyak 368 Sarjana


SUBANG, Alumni Universitas Subang (Unsub) harus terus ditingkatkan
lebih aplikatif dalam pembangunan. Sehingga menjadi sumber daya
manusia yang unggul dalam berbagai bidangnya. Dirasakan hingga kini
peran serta perguruan tinggi Unsub melalui berbagai penelitian dalam
KKN dirasakan sangat membantu. Khususnya kepada para alumni supaya
tidak melupakan asal kampusnya. Dimasa depan, para alumni seyogyanya
bisa mengharumkan nama Unsub dengan memberikan karya nyata kepada
masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Plh Bupati Subang, Drs. H. Rahmat
Solihin saat memberika sambutan pada Sidang Terbuka Senat UNSUB Dalam
Rangka WIsuda VI Sarjana (S1) Diploma (D3) Tahun Akademik 2011 – 2012
di Aula Pemda Subang, Sabtu (12/11).
Pada kesempatan tersebut Unsub mewisuda 368 mahasiswa yang
menyelesaikan masa perkuliahan dari 7 Fakultas. Wisuda Sarajana
berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Subang Nomor
81/US/XI/2011 tentang Penetapan Nama Wisudawan Tahun Akademik 2011 -
2012.
Diantara sarjana yang diwisuda terdapat pejabat Subang diantaranya Dr.
Encep Sugiana, Bupati Subang (non-aktif) Eep Hidayat dan Asisten
Administrasi dan Pembinaan Aparatur (Asda III) Komir Bastaman. Namun
Eep Hidayat yang diwisuda sebagai Sarjana Hukum pada kesempatan
tersebut tidak hadir sehubungan tengah menghadiri Kursus Pengacara di
Bandung.
Pembacaan sambutan pewakilan wisuda disampaikan oleh Dehilma dari
Fakultas Administrasi Negara (F-AN) sebagai wisudawan yang
menyelsaikan perkuliahan tercepat yaitu 4 tahun 2 bulan. Dalam
sambutannya Dehilma menyampaikan terima kasih kepada civitas akademika
yang telah membimbing menyelesaikan perkuliahan. Kepada pemerintah
Kabupaten Subang juga menyampaikan hal yang sama. Memohon untuk
ditingkatkan kembali perhatian pada Unsub dalam rangka meningkatkan
kualitas pendidikan tinggi.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Kopertis Wilayah IV, Drs.
Sudarsono,, M.Si yang mengatakan bahwa bangsa Indonesia menghadapi
pengangguran yang menurut data pemerintah sekitar 11,7 juta penduduk
belum punya pekerjaan. Umumnya pengangguran muncul di strata
pendidikan yang rendah. Makin tinggi pendidikan, angka penganggurannya
makin sedikit. Kenyataan ini harus dijawab dengan mencetak
alumni-alumni yang siap menjawab tantangan pasar. Unsub sebagai
perguruan tinggi menghadapi kondis yang kotradiktif. Disatu sisi perlu
SDM yang baik namun disisi lain menghadapi tantangan upaya mencetak
alumni yang baik. Maka untuk itu diperlukan kerja keras dari perguruan
tinggi dalam menjawabnya.

Subang, Pelestarian nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
oleh sekolah terus dimantapkan. Salah satunya melalui kegiatan siswa
dalam bentuk penelitian tentang sejarah Pancasila itu sendiri
khususnya di sekitar kehidupan. Seperti yang dilakukan oleh 3 orang
siswi, Geysani, Rahayu dan Risma yang duduk di kelas XI SMA I yang
melakukan penelitian sejarah secara literasi terhadap menumen Tugu
Pancasila yang berada di alun-alun Subang.
Mereka mendatangi Setda Kabupaten Subang melakukan wawancara guna
menggali informasi seputar sejarah dari aspek latar belakang, tujuan
didirikannya Tugu Monumen Pancasila serta upaya Pemkab Subang dalam
memelihara. Wawancara tersebut dalam rangka Penelitian Sejarah Tugu
Monumen Pancasila pada Mata Pelajaran Sejarah. Ketiga siswi diterima
langsung oleh Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kab Subang, Drs,
H. E. Kusdinar, M.Pd. Jum'at (11/11/2011).
Dijelaskan oleh Kusdinar bahwa latar belakang tugu Pancasila tidak
lepas dari sejarah Rakyat Subang yang mencintai falsafah Pancasila
dari rongrongan komunisme. Ketika itu wilayah Subang memiliki kultur
perkebunan yang sangat kental. Para pekerjanya sangat manut pada
atasannya. "Pada waktu namanya mandor. Para pekerja perekebunan sangat
taat pada mandornya," jelasnya. Sedangkan pada waktu pengaruh idilogi
komunisme Partai Komunis Indonesia (PKI) yang disebarkan melalui
ormas-ormasnya seperti Barisan Tani (BTI), Gerakan Wanita Indonesia
(Gerwani) dan lainnya sangat kuat. Termasuk kepada para mandor.
Otomatis kepada orang-orang dibawahnya pun ikut. Saking kuatnya
pengaruh komunisme maka pada tahun 1965-an Subang dikenal dengan
istilan baskom (basis Komunisme). Kesan ini terus berlanjut walaupun
PKI telah dibubarkan dan Rakyat Subang telah kembali kepada idiologi
Pancasila.
Karena "gerah" dengan cap "daerah baskom", kemudian ketika Subang
dipimpin oleh Bupati Atju Syamsudin, mendirikan Tugu Monumen
Pancasila. "Tugu ini sebagai pernyataan bahwa Rakyat Subang adalah
Rakyat yang cinta pada Pancasila. Komunisme sudah tidak laku lagi di
Subang," ujar Kusdinar lagi. Selanjutnya Kusdinar mengatakan bahwa
sebagai penegas logo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang pun bernama
"Benteng Pancasila". Secara langsung menyatakan bahwa antara rakyat,
pemerintah dan tokoh masyarakat serta TNI/Polri, bersungguh-sungguh
ingin mengimplementasikan semangat Pancasila pada kehidupan
sehari-hari.
Semangat ini berlanjut hingga kini termasuk pada masa kepemimpinan
Bupati Eep Hidayat yang secara tegas mencanangkan "Program Desa
Mandiri Gotong Royong" yang merupakan inti semangat Pancasila, yaitu
Gotong Royong. Termasuk salam khas Subang yang: "Rakyat Subang… Gotong
Royong. Subang… Maju" adalah bukti keseriusan Pemkab Subang dalam
melestarikan ajaran Pancasila.

SEMANGAT PELESTARIAN PANCASILA OLEH SISWA SUBANG

Subang, Pelestarian nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
oleh sekolah terus dimantapkan. Salah satunya melalui kegiatan siswa
dalam bentuk penelitian tentang sejarah Pancasila itu sendiri
khususnya di sekitar kehidupan. Seperti yang dilakukan oleh 3 orang
siswi, Geysani, Rahayu dan Risma yang duduk di kelas XI SMA I yang
melakukan penelitian sejarah secara literasi terhadap menumen Tugu
Pancasila yang berada di alun-alun Subang.
Mereka mendatangi Setda Kabupaten Subang melakukan wawancara guna
menggali informasi seputar sejarah dari aspek latar belakang, tujuan
didirikannya Tugu Monumen Pancasila serta upaya Pemkab Subang dalam
memelihara. Wawancara tersebut dalam rangka Penelitian Sejarah Tugu
Monumen Pancasila pada Mata Pelajaran Sejarah. Ketiga siswi diterima
langsung oleh Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kab Subang, Drs,
H. E. Kusdinar, M.Pd. Jum'at (11/11/2011).
Dijelaskan oleh Kusdinar bahwa latar belakang tugu Pancasila tidak
lepas dari sejarah Rakyat Subang yang mencintai falsafah Pancasila
dari rongrongan komunisme. Ketika itu wilayah Subang memiliki kultur
perkebunan yang sangat kental. Para pekerjanya sangat manut pada
atasannya. "Pada waktu namanya mandor. Para pekerja perekebunan sangat
taat pada mandornya," jelasnya. Sedangkan pada waktu pengaruh idilogi
komunisme Partai Komunis Indonesia (PKI) yang disebarkan melalui
ormas-ormasnya seperti Barisan Tani (BTI), Gerakan Wanita Indonesia
(Gerwani) dan lainnya sangat kuat. Termasuk kepada para mandor.
Otomatis kepada orang-orang dibawahnya pun ikut. Saking kuatnya
pengaruh komunisme maka pada tahun 1965-an Subang dikenal dengan
istilan baskom (basis Komunisme). Kesan ini terus berlanjut walaupun
PKI telah dibubarkan dan Rakyat Subang telah kembali kepada idiologi
Pancasila.
Karena "gerah" dengan cap "daerah baskom", kemudian ketika Subang
dipimpin oleh Bupati Atju Syamsudin, mendirikan Tugu Monumen
Pancasila. "Tugu ini sebagai pernyataan bahwa Rakyat Subang adalah
Rakyat yang cinta pada Pancasila. Komunisme sudah tidak laku lagi di
Subang," ujar Kusdinar lagi. Selanjutnya Kusdinar mengatakan bahwa
sebagai penegas logo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang pun bernama
"Benteng Pancasila". Secara langsung menyatakan bahwa antara rakyat,
pemerintah dan tokoh masyarakat serta TNI/Polri, bersungguh-sungguh
ingin mengimplementasikan semangat Pancasila pada kehidupan
sehari-hari.
Semangat ini berlanjut hingga kini termasuk pada masa kepemimpinan
Bupati Eep Hidayat yang secara tegas mencanangkan "Program Desa
Mandiri Gotong Royong" yang merupakan inti semangat Pancasila, yaitu
Gotong Royong. Termasuk salam khas Subang yang: "Rakyat Subang… Gotong
Royong. Subang… Maju" adalah bukti keseriusan Pemkab Subang dalam
melestarikan ajaran Pancasila.

Jumat, 11 November 2011

 Subang, Ketua Korpri Kabupaten Subang, Drs. H. Rahmat Solihin, menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berpartisipasi pada penyelenggaraan HUT ke-40 Korpri di Kabupaten Subang. yang sangat antusias untuk mengikuti Senam Massal. "Atas nama Kutua Korpri Subang menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah turut serta memeriahkan walaupun secara sederhana," kata Rahmat Solihin dalam sambutannya sebelum memulai Senam Massal di halaman Kantor Bupati Subang, Jum'at pagi (11/11/2011).

Menurut Sekretaris Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Subang, Drs. Edi Kusnadi, MM, kegiatan senam massal memiliki tujuan sebagai pelopor untuk menjaga kualitas kesehatan. Karena kualitas kesehatan merupakan kebutuhan masyarakat maka dari itu diperlukan upaya meningkatkan derajat kesehatan khususnya anggota Korpri yang akan dijadikan modal pembangunan. Kesehatan merupakan modal dalam pembangunan.

Tema yang diambil ialah "Dengan Semangat HUT Ke-40 Korpri Kita Tingkatkan Pembinaan Jiwa Korps Pegawai Republik Indonesia dalam Ke-Bhinaeka-an Guna Memperkokoh Prersatuan dan Kesatuan NKRI". Tema tersebut, kata Edi diwujudkan dalam rangkaian kegiatan lainnya yang menyentuh langsung kepada kepentingan masyarakat. Diantaranya donor darah, khitanan massal, penghijauan, kunjungan ke panti asuhan, pengobatan gratis dan operasi bibir sumbing bagi masyarakat kurang beruntung, Sedangkan kegiatan olahraga ialah jalan santai dan sepeda santai.

Kata Edi, hadiah yang disediakan panitia seyogyanya bukan tujuan utama karena yang terpenting dari kegiatan ini ialah kebersamaan anggota Korpri bersama masyarakat. "Hadiah hanya sebagai motivasi saja. Kebersamaan yang jauh lebih berharga," ujar Edi. Sejalan dengan semangat Korpri yang merupakan satu-satunya wadah Pegawai Republik Indonesia yang senantiasa memperkokoh persatuan dan kesatuan melalui peran dan fungsinya.

Turut hadir dalam kegiatan ini ialah seluruh Asisten Daerah, tokoh masyarakat Bambang Herdadi Kepala Dinas Kesehatan, Dr. Wawan Hermawan dan Kepala Rumah Sakit, Dr. Nunung Suhaeri. Kepala Akper dan seluruh instansi lainnya.

Sedangkan instansi yang turut serta dalam kegiatan tersebut ialah RSUD, Dinas Kesehatan Kab Subang, Asuransi Kesehatan (Askes), Polres Subang yang menurunkan anggota khususnya Polwan serta Akademi Keperawatan Subang.

HUT Ke-40 KORPRI TINGKAT KABUPATEN SUBANG

 Subang, Ketua Korpri Kabupaten Subang, Drs. H. Rahmat Solihin, menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berpartisipasi pada penyelenggaraan HUT ke-40 Korpri di Kabupaten Subang. yang sangat antusias untuk mengikuti Senam Massal. "Atas nama Kutua Korpri Subang menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah turut serta memeriahkan walaupun secara sederhana," kata Rahmat Solihin dalam sambutannya sebelum memulai Senam Massal di halaman Kantor Bupati Subang, Jum'at pagi (11/11/2011).

Menurut Sekretaris Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Subang, Drs. Edi Kusnadi, MM, kegiatan senam massal memiliki tujuan sebagai pelopor untuk menjaga kualitas kesehatan. Karena kualitas kesehatan merupakan kebutuhan masyarakat maka dari itu diperlukan upaya meningkatkan derajat kesehatan khususnya anggota Korpri yang akan dijadikan modal pembangunan. Kesehatan merupakan modal dalam pembangunan.

Tema yang diambil ialah "Dengan Semangat HUT Ke-40 Korpri Kita Tingkatkan Pembinaan Jiwa Korps Pegawai Republik Indonesia dalam Ke-Bhinaeka-an Guna Memperkokoh Prersatuan dan Kesatuan NKRI". Tema tersebut, kata Edi diwujudkan dalam rangkaian kegiatan lainnya yang menyentuh langsung kepada kepentingan masyarakat. Diantaranya donor darah, khitanan massal, penghijauan, kunjungan ke panti asuhan, pengobatan gratis dan operasi bibir sumbing bagi masyarakat kurang beruntung, Sedangkan kegiatan olahraga ialah jalan santai dan sepeda santai.

Kata Edi, hadiah yang disediakan panitia seyogyanya bukan tujuan utama karena yang terpenting dari kegiatan ini ialah kebersamaan anggota Korpri bersama masyarakat. "Hadiah hanya sebagai motivasi saja. Kebersamaan yang jauh lebih berharga," ujar Edi. Sejalan dengan semangat Korpri yang merupakan satu-satunya wadah Pegawai Republik Indonesia yang senantiasa memperkokoh persatuan dan kesatuan melalui peran dan fungsinya.

Turut hadir dalam kegiatan ini ialah seluruh Asisten Daerah, tokoh masyarakat Bambang Herdadi Kepala Dinas Kesehatan, Dr. Wawan Hermawan dan Kepala Rumah Sakit, Dr. Nunung Suhaeri. Kepala Akper dan seluruh instansi lainnya.

Sedangkan instansi yang turut serta dalam kegiatan tersebut ialah RSUD, Dinas Kesehatan Kab Subang, Asuransi Kesehatan (Askes), Polres Subang yang menurunkan anggota khususnya Polwan serta Akademi Keperawatan Subang.

 

Subang, Anggota Komis 8 DPR RI, Nurhasan Zaidi  menyesalkan Kabupaten Subang tidak memiliki Badan yang menangani penanggulangan bencana di daerah. Padahal Wilayah Subang memiliki areal yang rawan terjadi bencana. Khususnya di wilayah Pantai Utara (Pantura) yang rawan terjadi bencana banjir dan rob air laut hampir setiap tahun pada memasuki musim hujan. Nurhasan yang tergabung dalam Tim Pengawas Bencana DPR RI ini dibentuknya badan penanganan bencana sudah mendesak dilakukan guna lebih meningkatkan penanganan bencana baik pencegaha, penanganan pada saat kejadian maupun pasca kejadian.

Hal tersebut terungkap dalam Kunjungan Kerja Anggota DPR RI ke Kabupaten Subang, Jum'at (11/11/2011). Rombongan Tim Pengawas Bencana DPR RI ini dipimpin langsung oleh Ajeng Ratnan Suminar diterima oleh Asisten Administtrasi Pembangunan, Ir. Besta Besuki yang didampingi para kepala Dinas dan kepala kantor di ruang rapat Bupati Subang.

Namun persoalan membentuk badan yang dimaksud, menurut Kepala Satpol PP Kab Subang, Drs. Asep Setia Permana memerlukan biaya operasional. "Bagaimana mengenai operasional menjalankan badan tersebut," tanya Asep.

Kalau memang persoalannya biaya operasional, kata Nurhasan, tergantung pada prioritas persoalan di Subang. "Itu kan keharusan undang-undang," katanya.

Menurut Nurhasan  dengan dibentuknya Badan yang menangani bantuan bencana diharapkan bantuan dari pusat dapat disalurkan dengan jumlah memadai. "Padahal Jawa Barat, diantaranya wilayah Subang, merupakan titik rawan bencana terbesar di Indonesia. Jadi kami sangat menyayangkan dengan tidak adanya badan yang menangani bencana," jelas Ustad Dede.

Peta bencana di Subang, lanjut Nurhasan, hampir di seluruh kecamatan Pantura merupakan titik rawan bencana banjir. Situasi ini memerlukan penanganan yang baik termasuk bantuan. Bantuan yang disalurkan rutin tiap tahun. "Bukan hanya pada saat bencana saja. Tetapi rutin tiap tahun," terang Nurhasan. Untuk itu disarankan untuk melakukan konsultasi secara detail dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Tujuan kunjungan kerja ini ialah untuk memastikan apakah bantuan-bantuan itu sampai dan mencari informasi sinergitas antara program pusat dengan di daerah. "Ternyata, kan Subang ada persoalan di salah pemahaman. Makanya ini perlu dipertemukan sehingga bisa sinergis," katanya lagi.

TIM PENGAWAS BENCANA DPR RI SAYANGKAN KABUPATEN SUBANG BELUM BENTUK BADAN PENANGGULANGAN BENCANA

 

Subang, Anggota Komis 8 DPR RI, Nurhasan Zaidi  menyesalkan Kabupaten Subang tidak memiliki Badan yang menangani penanggulangan bencana di daerah. Padahal Wilayah Subang memiliki areal yang rawan terjadi bencana. Khususnya di wilayah Pantai Utara (Pantura) yang rawan terjadi bencana banjir dan rob air laut hampir setiap tahun pada memasuki musim hujan. Nurhasan yang tergabung dalam Tim Pengawas Bencana DPR RI ini dibentuknya badan penanganan bencana sudah mendesak dilakukan guna lebih meningkatkan penanganan bencana baik pencegaha, penanganan pada saat kejadian maupun pasca kejadian.

Hal tersebut terungkap dalam Kunjungan Kerja Anggota DPR RI ke Kabupaten Subang, Jum'at (11/11/2011). Rombongan Tim Pengawas Bencana DPR RI ini dipimpin langsung oleh Ajeng Ratnan Suminar diterima oleh Asisten Administtrasi Pembangunan, Ir. Besta Besuki yang didampingi para kepala Dinas dan kepala kantor di ruang rapat Bupati Subang.

Namun persoalan membentuk badan yang dimaksud, menurut Kepala Satpol PP Kab Subang, Drs. Asep Setia Permana memerlukan biaya operasional. "Bagaimana mengenai operasional menjalankan badan tersebut," tanya Asep.

Kalau memang persoalannya biaya operasional, kata Nurhasan, tergantung pada prioritas persoalan di Subang. "Itu kan keharusan undang-undang," katanya.

Menurut Nurhasan  dengan dibentuknya Badan yang menangani bantuan bencana diharapkan bantuan dari pusat dapat disalurkan dengan jumlah memadai. "Padahal Jawa Barat, diantaranya wilayah Subang, merupakan titik rawan bencana terbesar di Indonesia. Jadi kami sangat menyayangkan dengan tidak adanya badan yang menangani bencana," jelas Ustad Dede.

Peta bencana di Subang, lanjut Nurhasan, hampir di seluruh kecamatan Pantura merupakan titik rawan bencana banjir. Situasi ini memerlukan penanganan yang baik termasuk bantuan. Bantuan yang disalurkan rutin tiap tahun. "Bukan hanya pada saat bencana saja. Tetapi rutin tiap tahun," terang Nurhasan. Untuk itu disarankan untuk melakukan konsultasi secara detail dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Tujuan kunjungan kerja ini ialah untuk memastikan apakah bantuan-bantuan itu sampai dan mencari informasi sinergitas antara program pusat dengan di daerah. "Ternyata, kan Subang ada persoalan di salah pemahaman. Makanya ini perlu dipertemukan sehingga bisa sinergis," katanya lagi.

Kamis, 10 November 2011

SUBANG, Sebanyak 8 orang anggota DPRD dan Pejabat Pemerintah Kabupaten
Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat, mengadakan kunjungan kerja ke
Kabupaten Subang pada Kamis, (10/11). Kunjungan kerja ini bertujuan
untuk mempelajari tata kelola pemerintahan yang dilakukan oleh
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang. Khususnya dalam pengelolaan
Bidang Kesehatan, Mitigasi Bencana Alam dan Pengelolaan Ekonomi dan
Keuangan.
Rombongan yang dipimpin oleh Ketua Komis 3 DPRD Aung, SH diterima oleh
Kepala Bagian Pemerintahan, Drs. H. Cecep Supriatin, M.Si di Ruang
Rapat Bupati dengan didampingi para pejabat dari Dinas Kesehatan dan
Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD).
Mereka diantaranya mempertanyakan tentang pengelolaan Jaminan
Kesehatan Daerah bagi masyarakat miskin, perlindungan pemerintah
kepada petani pada saat panen dan pasca panen, pengelolaan
potensi-potensi pariwisata yang ada dan penanganan mitigasi bencana.
Pihak Pemkab Subang menjelaskan bahwa dalam pengelolaan jaminan
kesehatan bagi masyarakat miskin, pihak pemerintah melakukan
koordinasi dengan pihak kecamatan dan desa untuk tepat dalam
menentukan status sosial warga. Sehingga kekeliruan yang timbul dapat
diminimalisir. "Jangan sampai pihak desa atau kecamatan salah dalam
menentukan status sosial. Misalnya karena sakit dan tidak mau
membayar meminta SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) dari Desa. Hal
ini dapat menyerobot warga yang benar-benar berhak," jelas Kasie
Pelayanan Dasar Dinas Kesehatan, Drs. Otang saat menjelaskan.
Pemerintah hanya membatasi bantuan untuk rawat nginap maupun
pengobatan.
Sedangkan mengenai pengelolaan aset daerah diantaranya pengelolaan
pasar dan potensi pariwisata, menurut Kepala Bagian Perekonomian, Drs.
Tri yang didampingi Kabid Perbendaharaan DPPKAD, Dadang Kurnianudin,
S.IP mengatakan bahwa hal tersebut diserahkan kepada pihak ketiga.
Karena untuk mengerjakan hal tersebut perlu penanganan secara
profesional. Pihak pihak pemerintah melakukan pembinaan dan pemantauan
untuk meminimalisir gangguan ekonomi pasar yang ditangani oleh Dinas
Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Perindagsar).
Untuk menangani mitigasi bencara dilakukan oleh Satuan Pelaksana
(Satlak) dan Dinas Sosial. Dalam pelaksanaannya pemeritah membangun
gudang bantuan salah satunya di daerah Pantai Utara (Pantura) yang
rawan terjadi bencana khususnya ancaman banjir atau rob air laut.

KUNJUNGAN KERJA DPRD DAN PEMKAB PADANG PARIAMAN SUMBAR

SUBANG, Sebanyak 8 orang anggota DPRD dan Pejabat Pemerintah Kabupaten
Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat, mengadakan kunjungan kerja ke
Kabupaten Subang pada Kamis, (10/11). Kunjungan kerja ini bertujuan
untuk mempelajari tata kelola pemerintahan yang dilakukan oleh
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang. Khususnya dalam pengelolaan
Bidang Kesehatan, Mitigasi Bencana Alam dan Pengelolaan Ekonomi dan
Keuangan.
Rombongan yang dipimpin oleh Ketua Komis 3 DPRD Aung, SH diterima oleh
Kepala Bagian Pemerintahan, Drs. H. Cecep Supriatin, M.Si di Ruang
Rapat Bupati dengan didampingi para pejabat dari Dinas Kesehatan dan
Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD).
Mereka diantaranya mempertanyakan tentang pengelolaan Jaminan
Kesehatan Daerah bagi masyarakat miskin, perlindungan pemerintah
kepada petani pada saat panen dan pasca panen, pengelolaan
potensi-potensi pariwisata yang ada dan penanganan mitigasi bencana.
Pihak Pemkab Subang menjelaskan bahwa dalam pengelolaan jaminan
kesehatan bagi masyarakat miskin, pihak pemerintah melakukan
koordinasi dengan pihak kecamatan dan desa untuk tepat dalam
menentukan status sosial warga. Sehingga kekeliruan yang timbul dapat
diminimalisir. "Jangan sampai pihak desa atau kecamatan salah dalam
menentukan status sosial. Misalnya karena sakit dan tidak mau
membayar meminta SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) dari Desa. Hal
ini dapat menyerobot warga yang benar-benar berhak," jelas Kasie
Pelayanan Dasar Dinas Kesehatan, Drs. Otang saat menjelaskan.
Pemerintah hanya membatasi bantuan untuk rawat nginap maupun
pengobatan.
Sedangkan mengenai pengelolaan aset daerah diantaranya pengelolaan
pasar dan potensi pariwisata, menurut Kepala Bagian Perekonomian, Drs.
Tri yang didampingi Kabid Perbendaharaan DPPKAD, Dadang Kurnianudin,
S.IP mengatakan bahwa hal tersebut diserahkan kepada pihak ketiga.
Karena untuk mengerjakan hal tersebut perlu penanganan secara
profesional. Pihak pihak pemerintah melakukan pembinaan dan pemantauan
untuk meminimalisir gangguan ekonomi pasar yang ditangani oleh Dinas
Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Perindagsar).
Untuk menangani mitigasi bencara dilakukan oleh Satuan Pelaksana
(Satlak) dan Dinas Sosial. Dalam pelaksanaannya pemeritah membangun
gudang bantuan salah satunya di daerah Pantai Utara (Pantura) yang
rawan terjadi bencana khususnya ancaman banjir atau rob air laut.

Dimeriahkan Partisipasi Tokoh Pejuang tahun 1920 yang menyanyikan "Halo-Halo Bandung".

SUBANG, Seluruh warga masyarakat untuk mencontoh semangat pengorbanan para pahlawan yang berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan yang ditunjukkan pada peristiwa heroik 10 Nopember oleh para pejuang. Peristiwa heroik tersebut sebagai modal sosial untuk diimplementasikan dalam mengatasi berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia seperti kemiskinan, pengangguran, keterlantaran, ketunaan sosial, korban bencana dan masalah sosial lainnya. Hal tersebut merupakan sambutan Menteri Sosial yang dibacakan oleh Komandan Landasan Udara (Danlanud), Kolonel Pnb Dumex Dharma  pada Upacara Bendera Memperingati Hari Pahlawan 10 Nopember 2011 di halaman Kantor Bupati Subang, Kamis (10/11).

Selanjutnya menurut Mentri Sosial, melalui tema yang diambil "Dengan Semangat Kepahlawanan Kita Bangun Karakter Bangsa" sebagai momentum untuk melestarikan dan mendayagunakan sikap dan perilaku sikap rela berkorban, pantang menyerah, percaya kepada kemampuan diri sendiri dengan dilandasi kesetiakawanan sosial yang tinggi. Pada dasarnya sikap tersebut merupakan nilai budaya bangsa untuk membangun karakter bangsa yang berdasarkan Pancasial dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melalui momentum peringatan Hari Pahlawan juga, lanjut Menteri Sosial, diharapkan dapat membangun karakter bangsa yang kuat dan kokoh khususnya generasi muda bersama semua unsur masyarakat dan komponen bangsa untuk dapat dijadikan sebagai energi penggerak kemajuan bangsa, sehingga bangsa Indonesia tidak terombang-ambing dalam menghadapi tantangan baik dari dalam maupun dari luar.

 "Untuk itu marilah kita gelorakan semangat kepahlawanan dengan dilandasi nilai-nilai kesetiakawanan sosial yang tinggi serta kita rapatkan barisan membangun negeri untuk mewujudkan kesejateraan," tegasnya. Kesejahteraan dalam arti yang berpihak pada Rakyat sehingga Bangsa Indonesia menjadi bangsa bermartabat yang dapat berdiri sejajar dengan negara lain serta keutuhan NKRI tetap terus terjaga.

Pada acara ini turut dihadiri Kapolres Subang, Komandan Kodim 0605, Komandan Batalyon Infantri 312 Kala Hitam dan unsur pimpinan Pemerintah Kabupaten Subang pimpinan TNI Polri serta kepala dinas di lingkungan Pemkab Subang dan para pinisepuh tokoh pejuang. Diantaranya tokoh pejuang era 1920  Bapak Abdul Gani (85 tahun) yang turut menyumbangkan lagu perjuangan "Halo-Halo Bandung".


APEL HARI PAHLAWAN 10 NOPEMBER 2011 TINGKAT KAB SUBANG

Dimeriahkan Partisipasi Tokoh Pejuang tahun 1920 yang menyanyikan "Halo-Halo Bandung".

SUBANG, Seluruh warga masyarakat untuk mencontoh semangat pengorbanan para pahlawan yang berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan yang ditunjukkan pada peristiwa heroik 10 Nopember oleh para pejuang. Peristiwa heroik tersebut sebagai modal sosial untuk diimplementasikan dalam mengatasi berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia seperti kemiskinan, pengangguran, keterlantaran, ketunaan sosial, korban bencana dan masalah sosial lainnya. Hal tersebut merupakan sambutan Menteri Sosial yang dibacakan oleh Komandan Landasan Udara (Danlanud), Kolonel Pnb Dumex Dharma  pada Upacara Bendera Memperingati Hari Pahlawan 10 Nopember 2011 di halaman Kantor Bupati Subang, Kamis (10/11).

Selanjutnya menurut Mentri Sosial, melalui tema yang diambil "Dengan Semangat Kepahlawanan Kita Bangun Karakter Bangsa" sebagai momentum untuk melestarikan dan mendayagunakan sikap dan perilaku sikap rela berkorban, pantang menyerah, percaya kepada kemampuan diri sendiri dengan dilandasi kesetiakawanan sosial yang tinggi. Pada dasarnya sikap tersebut merupakan nilai budaya bangsa untuk membangun karakter bangsa yang berdasarkan Pancasial dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melalui momentum peringatan Hari Pahlawan juga, lanjut Menteri Sosial, diharapkan dapat membangun karakter bangsa yang kuat dan kokoh khususnya generasi muda bersama semua unsur masyarakat dan komponen bangsa untuk dapat dijadikan sebagai energi penggerak kemajuan bangsa, sehingga bangsa Indonesia tidak terombang-ambing dalam menghadapi tantangan baik dari dalam maupun dari luar.

 "Untuk itu marilah kita gelorakan semangat kepahlawanan dengan dilandasi nilai-nilai kesetiakawanan sosial yang tinggi serta kita rapatkan barisan membangun negeri untuk mewujudkan kesejateraan," tegasnya. Kesejahteraan dalam arti yang berpihak pada Rakyat sehingga Bangsa Indonesia menjadi bangsa bermartabat yang dapat berdiri sejajar dengan negara lain serta keutuhan NKRI tetap terus terjaga.

Pada acara ini turut dihadiri Kapolres Subang, Komandan Kodim 0605, Komandan Batalyon Infantri 312 Kala Hitam dan unsur pimpinan Pemerintah Kabupaten Subang pimpinan TNI Polri serta kepala dinas di lingkungan Pemkab Subang dan para pinisepuh tokoh pejuang. Diantaranya tokoh pejuang era 1920  Bapak Abdul Gani (85 tahun) yang turut menyumbangkan lagu perjuangan "Halo-Halo Bandung".