Breaking News
Loading...
Selasa, 18 September 2012

Info Post

SUBANG, Kegiatan Pemilu Kepala Daerah di Kabupaten Subang memerlukan pengamanan pengamanan yang optimal. Dari Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) sampai Pemilihan Presiden (Pemilu Presiden). Menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kab. Subang, Drs. Asep Setia Permana, M.Si kepada penulis mengatakan untuk tugas tersebut bisa ditangani oleh personil Perlindungan Masyarakat (Linmas). Pada secara fungsional Linmas memiliki 3 fungsi yaitu, pertama, memelihara keamanan, ketertiban dan perlindungan masyarakat, kedua, penanganan bencana alam dan ketiga, pengamanan pemilu dari Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) sampai Pilpres (Pemilihan Presiden).

Untuk fungsi mengamankan kegiatan Pemilu, berupa pengamanan langsung (pamsung). Untuk satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) perlu ditempatkan 2 orang. "Misalnya saja di Subang ada 2600 TPS, itu berarti dibutuhkan tenaga pamsung sebanyak 5200 orang," jelas Asep kepada penulis di kantornya, (17/9/2012).

Sedangkan untuk pengamanan wilayah (pamyah) ada di tingkat kabupaten, kecamatan dan desa. Penempatannya 1 regu atau 10 personil di tiap desa/kelurahan. "Subang memiliki 253 desa/kelurahan berarti dibutuhkan 2530 tenaga pamyah," imbuhnya.

Khususnya Kabupten Subang sudah siap tinggal bergantung pada. Mengenai anggaran untuk pengaman sudah ada di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Subang. Sekarang tinggal bergantung kesiapan pembentukan lembaganya yang tengah dibahas Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Subang.

Selanjutnya kata Asep arahan dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) pada "Rapat Fasilitasi dan Koordinasi Satuan Polisi Pamong Praja seluruh Indonesia" di Jakarta 4 September lalu Lembaga Linmas harus segera diimplementasikan di daerah sehubungan dengan rangkaian kegiatan Pemilu Kepala daerah termasuk Pemilihan Kepala Desa.

Pada Rapat Koordinasi tersebut, lanjut Asep, Kemendagri bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Pol PP dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta instansi terkait lainnya dalam pengamanan kegiatan Pemilu di daerah-daerah. Terutama dalam mengantisipasi potensi gangguan penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat akan meningkat sangat tajam.

Untuk menyikapi situasi dan kondisi yang akan terjadi tersebut, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya aparat Satuan Polisi Pamong Praja di Daerah seharusnyalah sejak dini menyiapkan diri.

Berangkat dari pemikiran tersebut, Kementerian Dalam Negeri sebagai Pembina Umum Satuan Polisi Pamong Praja melaksanakan Rapat Fasilitasi dan Koordinasi Satuan Polisi Pamong Praja Seluruh Indonesia Dalam Rangka Pemantapan Tugas Pokok dan Fungsi.

Sementara itu pihak Polri menyampaikan berbagai faktor yang perlu diantisipasi dan diwaspadai dalam penyelenggaraan serta pengamanan Pemilukada/Pemilu 2014. Faktor-faktor tersebut ialah: Geografis Indonesia yang berdampak pada sulitnya transportasi, keterlambatan pengiriman logistik Pemilu utamanya daerah-daerah kepulauan dan tempat-tempat yang sulit dijangkau. Faktor Demografi, yaitu tingginya urbanisasi dan akurasi pendataan penduduk dapat berdampak pada Daftar Pemilih Tetap (DPT), Tingkat pendidikan masyarakat. Faktor Politik dan hukum, berupa kemungkinan saling gugat terhadap suatu kebenaran yang ditafsirkan oleh masing-masing kelompok, Ketidakpuasan terhadap suatu kebijakan pemerintah, Isue money politic, Aksi protes dalam bentuk pengerahan massa. Faktor Ekonomi berupa kesiapan dukungan anggaran/kesejahteraan PPK, PPS. Faktor sosial budaya, masih adanya premodialisme sempit, etnis/kesukuan masyarakat yang dimanfaatkan oleh kelompok tertentu sehingga dapat berpengaruh terhadap situasi keamanan.

Aspek Keamanan, berupa aksi tertentu yang dapat mengganggu penyelenggaraan Pemilukada/Pemilu, pemaksaan kehendak, pengancaman, memboikot, sabotase, pemalsuan, penyalahgunaan surat suara, black campaign, intimidasi, ketidaknetralan, keterlambatan atau kerusakan dokumen pemilu, dan berbagai bentuk gangguan, kejahatan pada tahapan Pemilukada/Pemilu yang dapat berpengaruh terhadap rangkaian pelaksanaan kegiatan Pemilukada/Pemilu.